Jogja

Upaya Kota Jogja Menumbuhkan Budaya Belajar melalui Jam Belajar Masyarakat

Haris Ma'ani | 24 September 2026, 09:01 WIB
Upaya Kota Jogja Menumbuhkan Budaya Belajar melalui Jam Belajar Masyarakat
Potret kegiatan JBM di Kota Jogja- foto: pemkot jogja

Akurat.co,Jogja-Pemkot Jogja mendorong program Jam Belajar Masyarakat (JBM) benar-benar dilakukan untuk membiasakan budaya belajar.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo berharap kegiatan JBM harus betul-betul diterapkan di masyarakat.

Terutama untuk membudayakan belajar kepada anak-anak.

Baca Juga: Keren, Jam Belajar Masyarakat Kota Jogja Dimulai dari Tingkat RW

“Saya ingin Jam Belajar Masyarakat itu diimplementasikan betul di Kota Yogyakarta. Betul-betul bisa menjadi best practice," tegasnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Kamis (24/9).

Hasto menyebut dalam pelaksanaan JBM ada orang yang mengawasi atau mendampingi di wilayah dan mendapatkan honor.

Oleh sebab itu kegiatan JBM harus ada hasil yang jelas.

Hasto meminta kelurahan dan kemantren juga ikut mengawasi dan memastikan kegiatan JBM berjalan di wilayah masing-masing.

Hasto menyatakan program dari perguruan tinggi ke wilayah juga diarahkan untuk melakukan pendampingan JBM. Pemkot Yogyakarta juga ada program Bule Mengajar dan Kampung Inggris.

Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat dan PAUD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, Siti Hidayati menyampaikan, saat ini ada empat kelurahan yang menjadi pilot project JBM.

Keempat kelurahan tersebut Tahunan, Sorosutan, Tegalrejo, dan Bumijo. Pelaksanaan JBM di sana melibatkan guru yang difasilitasi Dindikpora

JBM di empat kelurahan itu diadakan setiap Senin sampai Kamis dari pukul 19.30 sampai 20.30 WIB.

Kegiatan JBM itu diadakan di kantor kelurahan balai RW dan balai RT.

Dia menuturkan untuk wilayah lain pelaksanaan JBM disesuaikan dengan kegiatan di masing-masing wilayah.

Misalnya ada yang tematik terkait seni budaya dan ada juga yang mengundang mentor bimbingan belajar.

“Sementara di 2026 ini empat wilayah kelurahan dulu. Kami sambil berjalan dan evaluasi terus,” ucapnya.

Baca Juga: Ramadhan, Jam Belajar Sekolah di Sleman Berkurang 5 Menit

Di sisi lain, ia menjelaskan ada pendamping JBM di setiap kemantren dan kelurahan yang mendapatkan honor.

Tugas pendamping JBM kelurahan antara lain memantau kegiatan JBM dan koordinasi dengan kemantren, membuat laporan pelaksanaan JBM serta menindaklanjuti hasil kegiatan JBM.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.