Jogja

Gunakan Danais Rp 488 Juta, Proyek Sumur Bor di Imogiri Ditarget Selesai Desember

Atiek Widyastuti | 23 September 2026, 18:34 WIB
Gunakan Danais Rp 488 Juta, Proyek Sumur Bor di Imogiri Ditarget Selesai Desember
Komisi C DPRD DIY meninjau proyek sumur Bor di Bantul. - Istimewa

Akurat.co, Jogja - DPRD DIY melalui Komisi C meninjau pembangunan sumur bor yang berada di Lanteng 2 Kalurahan Selopamioro Kapanewon Imogiri Bantul. Sumur bor ini dibangun untuk menyediakan air bersih bagi warga setempat.

Pembangunan sumur bor tersebut dibiayai melalui Dana Keistimewaan (Danais) dengan anggaran sekitar Rp 488 juta.

Sumur ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga yang selama ini menghadapi persoalan kekeringan.

Dalam monitoring tersebut, DPRD memastikan pelaksanaan pembangunan sekaligus melihat perkembangan sumber air yang mulai keluar dari hasil pengeboran.

Baca Juga: Jadi Anggota DPRD DIY Termuda, Cintya Amanda Resmi Dilantik Lewat Mekanisme PAW

Ketua Komisi C DPRD DIY Nur Subiyantoro mengatakan, program tersebut merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan air.

“Saat ini airnya sudah mulai keluar. Selanjutnya akan dibuat penampungannya dan nanti ada jaringan menuju resapan air yang akan dikirim untuk memenuhi air tanah bagi kebutuhan warga,” ujar Nur, Kamis (23/09/2026).

Menurutnya, sumber air tersebut diproyeksikan dapat membantu sekitar 350 kepala keluarga di wilayah Lanteng dan sekitarnya. Program serupa juga dilaksanakan di sejumlah lokasi lain di Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo.

Anggota Komisi C DPRD DIY Aslam Ridlo menjelaskan, anggaran awal Rp 488 juta digunakan untuk pembangunan sumur, bak penampungan dan sambungan listrik. Anggaran tersebut belum mencakup jaringan distribusi air hingga ke rumah-rumah warga.

Baca Juga: DPRD DIY Resmi Luncurkan Forum Parlemen Nyawiji, Siap Bahas 5 Isu Penting

Atas usulan Dinas PU ESDM DIY, akan dilakukan adendum untuk menambah fasilitas jaringan dari bak penampungan menuju jaringan warga. Tambahan anggaran diperkirakan sekitar 8 persen dari nilai awal proyek.

“Sumur ini diperkirakan menghasilkan satu liter per detik dan bisa untuk lebih dari 200 KK. Kami berharap pada 2027 sudah bisa direalisasikan jaringan tersebut,” kata Aslam.

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PU ESDM DIY, Subarjo mengatakan, progres pembangunan sumur bor saat ini berjalan sesuai rencana. Pekerjaan ditargetkan selesai sebelum batas waktu kontrak pada awal Desember 2026.

Kepala Bidang Urusan Tata Ruang Paniradya Kaistimewan, Gunawan menjelaskan, pembangunan sumur bor merupakan salah satu program penanganan kekeringan yang dibiayai Dana Keistimewaan melalui urusan tata ruang.

Baca Juga: DPRD DIY Minta Menkeu Batalkan Pemangkasan Dana Transfer Daerah

Program tersebut, kata dia, diprioritaskan untuk wilayah yang mengalami kesulitan air, salah satunya kawasan yang belum terjangkau jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Pembangunan sumur bor memang diprioritaskan untuk daerah-daerah yang kesulitan air. Salah satu kriterianya adalah belum ada jaringan PDAM yang masuk,” ujar Gunawan.

Pembangunan sumur bor di Selopamioro diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek saat musim kemarau, tetapi juga memperkuat ketersediaan sumber air bagi masyarakat di kawasan tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.