Pemkot Jogja Targetkan Perbaikan 200 Rumah Tak Layak di 2026

Akurat.co,Jogja-Pemkot Jogja menargetkan perbaikan 200 rumah tak layak huni (RTLH) sepanjang 2026 ini.
"Target kita tahun ini 200 rumah bisa diselesaikan dengan pola gotong royong seperti ini. Semoga semua berjalan lancar,” katanya saat meninjau program RTLH di Kelurahan Purwokinanti, Minggu (12/4/2026).
Hasto menyebutkan bahwa program serupa telah berjalan sebelumnya dan menunjukkan hasil signifikan.
Baca Juga: Pemkot Jogja Usulkan Perbaikan 260 Rumah Tak Layak Huni ke Pemerintah Pusat
Pada tahun 2025, sebanyak 82 rumah berhasil diperbaiki.
Ia menambahkan, perbaikan rumah dilakukan tanpa menggunakan anggaran pemerintah, baik APBD maupun APBN, melainkan melalui kolaborasi dan gotong royong berbagai pihak.
Hal ini juga menjadi solusi untuk kasus rumah yang terkendala status administrasi lahan.
“Tanpa APBD, tanpa APBN, karena kadang tanahnya belum jelas secara administrasi. Tapi dengan gotong royong, ini tetap bisa diselesaikan,” jelasnya.
Warga berterima kasih
Salah satu penerima bantuan, Partini (70) bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah dan para donatur.
Ia telah tinggal di rumah tersebut sejak lahir dan kerap menghadapi kondisi banjir karena berada di dekat sungai.
“Alhamdulillah, senang sekali rumah mau diperbaiki. Saya tinggal di sini dari kecil, sering kebanjiran juga,” ungkapnya.
Saat ini, Partini tinggal bersama anak dan cucunya dengan kondisi ekonomi yang terbatas.
Baca Juga: Program Padat Karya Pemkot Jogja Serap Ratusan Tenaga Kerja Warga Sekitar
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga sekaligus berjualan kecil-kecilan.
“Cukup untuk makan sehari-hari. Saya bersyukur dapat bantuan ini,” katanya.
Perbaikan rumah secara gotong royong ini merupakan bentuk kerja sama pemkot dengan sejumlah pihak.
Seperti CSR dari DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY melalui DM Property, DLH, Dinas Pertanian dan Pangan, dan dari Wali Kota, Hasto sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 2DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
- 3Hujan Guyur Jogja, GP Ansor Bantul Tetap Salurkan Bantuan Air Bersih
- 4Apa Itu Beras Fortifikasi? Dosen UMY Jelaskan Pengertian dan Dampaknya jika Tak Sesuai Kandungan
- 570 Ribu Warga DIY Mengangur, DPRD Dorong Anggaran Pro-Rakyat
- 6Daftar Klasemen Terbaru Moto3 2026, Setelah Pole Position di Australia Posisi Veda Naik?
- 75 Fakta Terbaru Veda Ega Pratama di Moto3, Pole Position di Australia, Next Sepang?
- 8Prediksi BRI Super League: Isenmulang vs PSIM jadi Laga Pemecah Telur bagi Tamu?
- 9DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
- 10Seberapa Penting Kehadiran Slemania di Laga PSS? Ini Kata Pieter Huistra









