Meninggal di Usia 67 Tahun, Ini Kisah Hidup Den Baguse Ngarso

Akurat.co,Jogja-Kabar duka menghiasi jagat hiburan dan budaya Yogyakarta, Senin (21/9).
Seniman Susilo Nugroho atau akrab dikenal dengan Den Baguse Ngarso meninggal pada usia 67 tahun.
Dalam unggahan di media sosial, kabar yang menyebutkan meninggalnya Susilo disambut dengan ucapan duka mendalam dari penggemar.
Rencananya, pemakaman Susilo akan dilaksanakan pada hari ini, Selasa (22/9) di Makam Krapyak, Yogyakarta, pukul 16.00 wib.
Baca Juga: Berawal dari Dapur Rumah, Ini Cerita Inspiratif Bolosego
Tentang meninggalnya Susilo, Sukanti, kakak kandungnya, menaruh curiga karena almarhum tak juga bangun sampai sore.
”Susilo itu kalau tidur biasanya lewat tengah malam. Tadi malam dia tidur jam berapa, tidak tahu,” ujar Sukanti kepada media di rumah duka di Jalan Cuwiri, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Senin malam.
Sepenggal kisah hidup 'Den Baguse Ngarso'
Susilo Nugroho lahir di Yogyakarta pada 5 Januari 1959. Ia sebenarnya adalah guru di SMKN 1 Bantul.
Tapi namanya melambung berkat aktingnya di dunia seni peran. Terutama pentas teater, ketoprak, sinetron, dan lawak.
Nama Den Baguse Ngarsa melekat kuat pada sosok Susilo setelah karakter tersebut populer dalam program Mbangun Deso di TVRI Yogyakarta.
Karakter priyayi dengan gaya bicara khas dan ceplas-ceplos itu kemudian menjadi salah satu identitas yang membuat Susilo dikenal luas masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.
Acara Mbangun Deso TVRI Yogyakarta saat itu menjadi salah satu tontonan menarik warga.
Programnya berusia lumayan panjang dari 1998-2008. Selama 10 tahun program tersebut menghiasi layar kaca dan menjadi hiburan wajib masyarakat pada zamannya.
Di dunia teater, Susilo merupakan salah satu sosok penting Teater Gandrik. Sebelum bergabung dengan Gandrik, ia aktif di Teater Kita-Kita Yogyakarta dan Teater Apa Yogyakarta.
Popularitas Den Baguse Ngarso tak surut meski program Mbangun Deso sudah tak ada lagi.
Ia sempat membintangi sejumlah film nasional. Di antaranya, Preman in Love (2009), Ayat-Ayat Adinda (2015), Ipar Adalah Maut (2024), dan Sah! Katanya, Menuju Pelaminan (2025).
Baca Juga: Jadi Anggota DPRD DIY Termuda, Cintya Amanda Resmi Dilantik Lewat Mekanisme PAW
Film terakhir bahkan belum rilis hingga Susilo meninggal.
Kini Susilo Nugroho sudah meninggalkan kita semua. Tapi karakter Den Baguse Ngarso terus melekat di masyarakat Indonesia, khususnya yang lahir pada eranya.
Sugeng tindak, Den Baguse...
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1UAJY dan UTeM Malaysia Kenalkan Permainan Tradisional Rumpun Melayu
- 2Wujudkan Pemilu 2029 Inklusif, Bawaslu Sleman Serap Aspirasi Pemilih Disabilitas
- 3Penutupan FKY 2026: Kebudayaan Jogja Bukan Sekadar Festival Tahunan
- 4Jadi Anggota DPRD DIY Termuda, Cintya Amanda Resmi Dilantik Lewat Mekanisme PAW
- 5PLN Yogya Edukasi 175 Siswa SDN di Bantul tentang Hemat Listrik
- 6Pemda DIY Gelar Lomba Desa/Kampung Wisata 2026, Berikut Daftar Pemenangnya
- 7Meninggal di Usia 67 Tahun, Ini Kisah Hidup Den Baguse Ngarso
- 8Berawal dari Dapur Rumah, Ini Cerita Inspiratif Bolosego
- 9Pemda DIY Gelar Lomba Desa/Kampung Wisata 2026, Berikut Daftar Pemenangnya
- 10Fakta Terbaru Dugaan Pungli Bolosego di Alkid Jogja, Anggota Polisi Kena Sanksi






