Tiket Hanya Rp 10 Ribu, DPRD DIY Dorong Bioskop Rakyat Hadir hingga Tingkat Kelurahan

Akurat.co, Jogja - DPRD DIY terus mendorong pengembangan Bioskop Rakyat (Biosra) hingga tingkat kemantren, kapanewon dan kelurahan. Hal ini sebagai upaya memperluas pemerataan akses masyarakat terhadap film.
Lewat Biosra, penonton cukup mengeluarkan tiket sebesar Rp 10 ribu. Dan ini dinilai dapat menjadi alternatif hiburan yang terjangkau sekaligus mendukung pemerataan akses terhadap film legal di DIY.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi D DPRD DIY RB Dwi Wahyu B saat melakukan pemantauan lapangan di Biosra yang berada di belakang kampus UMY Bantul, Senin (05/10/2026).
Komisi D DPRD DIY bersama Dinas Kebudayaan DIY akan membahas tindak lanjut keberadaan Biosra. Khususnya dalam kaitannya dengan peraturan daerah tentang perfilman.
Baca Juga: Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
“Bagaimana perfilman, serta tindak lanjut peraturan daerah perfilman ini ditindaklanjuti dengan membangun Biosra di masyarakat tingkat kemantren, kapanewon atau kelurahan,” katanya.
Menurut Dwi Wahyu, pengembangan Biosra di berbagai wilayah dapat mendekatkan akses film kepada masyarakat. Keberadaan ruang pemutaran film di tingkat wilayah juga diharapkan dapat memberikan alternatif hiburan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendukung ekosistem perfilman di DIY.
Biosra yang menjadi lokasi pemantauan memiliki kapasitas 30 kursi dengan harga Rp 10 ribu per tiket dengan jadwal penayangan film sebanyak empat kali dalam sehari.
Kehadiran Biosra tersebut menjadi salah satu alternatif ruang hiburan bagi masyarakat sekaligus wadah untuk memperluas akses terhadap karya perfilman.
Baca Juga: Jadi Anggota DPRD DIY Termuda, Cintya Amanda Resmi Dilantik Lewat Mekanisme PAW
Ketua Persatuan Film Keliling Indonesia (PERFIKI), Y Endiarto menjelaskan, gagasan Biosra berangkat dari persoalan pemerataan akses masyarakat terhadap film sekaligus kebutuhan ruang bagi para sineas untuk menampilkan karya mereka.
“Bagaimana pemerataan film, karena kami dari PERFIKI menginisiasi, lalu kita mulai dari keterbatasan ini agar hadir Bioskop Rakyat atau Biosra,” ujar Endiarto.
Ia mengatakan keterbatasan akses terhadap film menjadi salah satu dorongan bagi PERFIKI untuk menghadirkan Biosra. Dengan konsep tersebut, film diharapkan dapat dinikmati lebih banyak masyarakat, khususnya warga yang memiliki keterbatasan akses terhadap bioskop.
Selain melihat keberadaan Biosra, kegiatan juga diisi dengan perkenalan serta pembahasan mengenai pengembangan Biosra sebagai sarana hiburan yang dekat dengan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terpopuler
- 1Dosen dan Mahasiswa UAJY Sabet Juara 1 di Konferensi Asia Singapura
- 2Kejurkab Taekwondo Kulon Progo, Bidik Atlet Porda 2027
- 3Gandeng Mitra Asia hingga Eropa, FSMR ISI Yogyakarta Gelar Pameran Seni JMMK #18
- 4Rumaket 2026, Cara Pemkot Yogya Dekatkan Wayang ke Gen Z
- 5Gelaran Wayang Jogja Night Carnival Targetkan 60 Ribu Pengunjung
- 6Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY
- 7Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 8Saling Salip di Tikungan Akhir Jepang, Badly Ayatullah Persembahkan Podium IM4AC 2026
- 9Gandeng Mitra Asia hingga Eropa, FSMR ISI Yogyakarta Gelar Pameran Seni JMMK #18
- 10Gelaran Wayang Jogja Night Carnival Targetkan 60 Ribu Pengunjung




