Lakukan Riset Pala di Belanda, Mahasiswa UGM Kagumi Rapinya Sistem Pengelolaan, Indonesia Kapan?

Akurat.co,Jogja-Mahasiswa Program Doktor Fakultas Biologi UGM, Dany Lesmana Hakim, S.Si., M.Sc berkesempatan mengikuti program joint research dengan Leiden Universiteit, Belanda.
Dany memperoleh kesempatan melakukan riset atas rekomendasi promotor disertasinya, Prof. Budi Setiadi Daryono, dan difokuskan untuk meneliti tanaman pala (Myristica fragrans Houtt).
Dany meneliti perbandingan berbagai spesies pala dari Sulawesi, Ambon, dan Maluku dengan melihat aspek morfologi, kandungan biokimia, serta variasi genetik menggunakan penanda molekuler ISSR (Inter Simple Sequence Repeat).
Baca Juga: Guru Besar UGM Ungkap Akar Masalah Pemda saat TKD Dipangkas
Ketertarikannya mengangkat riset tentang pala dipicu karena objek tersebut memiliki rekam jejak sebagai komoditas yang pernah menjadi simbol perdagangan masa kolonial di Indonesia.
“Saya melihat potensi pala sebagai ekspor unggulan rakyat dan bahan komposisi obat-obatan,” katanya dikutip dari laman resmi UGM.
Kagumi sistem pengelolaan koleksi di Belanda
Dany menyorot rapinya sistem pengelolaan koleksi di Belanda yang sangat membantu peneliti dalam menemukan spesimen yang dibutuhkan.
Hal ini bisa menjadi masukan bagi manajemen koleksi herbarium di Indonesia yang masih perlu dirapikan menyambangi Hortus botanicus Leiden, taman botani tertua di Belanda yang berdiri sejak tahun 1590.
Hortus botanicus memiliki lebih dari 4.000 jenis tanaman, termasuk pala (Myristica fragrans Houtt) dari Indonesia, bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum), dan berbagai jenis anggrek langka.
Baca Juga: Pakar UGM Ungkap Mikroplastik di Air Hujan jadi Ancaman Senyap Kesehatan Manusia
Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan Prof. Dr. rer.nat. Paul Kessler, Co-promotor disertasinya untuk meninjau langsung koleksi tanaman tropis di rumah kaca (greenhouse).
Rencananya, Dany bersama para pakar dari Leiden Universiteit, termasuk Prof. Dr. rer.nat. Paul Kessler dan Dr. Roderick Wiebe Bouman, akan melakukan survei rempah-rempah di Indonesia.
Penelitian ini menargetkan publikasi bereputasi internasional Scopus yang mencakup tiga aspek utama, yakni kandungan biokimia, genetik, dan morfologi tanaman pala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







