Jogja

Profil Oki Muraza, Lulusan Taruna Nusantara, Anak Desa di Sumatera yang Kini jadi Wadirut Pertamina

Yudi Permana | 15 Juni 2025, 11:05 WIB
Profil Oki Muraza, Lulusan Taruna Nusantara, Anak Desa di Sumatera yang Kini jadi Wadirut Pertamina

Akurat.co, Jogja-Lahir dari sebuah kampung kecil di Sumatera, Oki Muraza kini menaiki tangga karier tertingginya sebagai wakil direktur utama (wadirut) Pertamina.

Oki tak pernah melupakan masa pendidikannya di almamater yang mengantarkannya sampai di titik sekarang, SMA Taruna Nusantara Magelang.

Siswa SMA TN angkatan 4 ini merasa amat bersyukur dengan pencapaiannya hingga hari ini.

“Alhamdulillah, Rabb yang Maha Penyayang, memberikan pendidikan ke SMA Taruna Nusantara (1993-1996) di Magelang dengan beasiswa penuh untuk sekolah berasrama ini,” tulis Oki.

Baca Juga: Profil Dian Siswarini, Perempuan Pertama di Posisi Dirut Telkom

Pengangkatan Oki Muraza sebagai wadirut Pertamina menjadi sorotan tersendiri mengingat jejak rekam sebelumnya yang mengagumkan sebagai akademisi internasional.

Pria kelahiran 1978 beradarah Minangkabau ini dikenal luas sebagai ahli di bidang katalisis cracking, yakni proses pengolahan minyak bumi menjadi bahan bakar dan petrokimia.

Oki Muraza menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna Perusahaan Perseroan PT Pertamina (Persero) Nomor SK-149/MBU/06/2025 / Nomor SK.011/DI-DAM/DO/2025 tanggal 12 Juni 2025 tentang pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan PT Pertamina (Persero).

Baca Juga: Sejarah Mirota Kampus Yogyakarta, Tempat Belanja Murah Mahasiswa yang Kini Bertransformasi jadi Manna

Memiliki keahlian dalam bidang katalisis cracking, yaitu proses mengolah minyak bumi menjadi bahan bakar minyak dan bahan kimia petrokimia, pria kelahiran 1978 ini dikenal sebagai figur penting dalam pengembangan teknologi energi nasional.

Oki memiliki latar belakang pendidikan teknik yang kuat, khususnya di bidang teknik kimia. Selepas dari SMA TN, ia menyelesaikan studi sarjananya di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2001.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Belanda dan meraih gelar magister dari Technische Universiteit Delft (TU Delft) pada 2004, serta gelar doktor (PhD) di bidang yang sama dari Technische Universiteit Eindhoven (TU Eindhoven) pada 2009.

Mengutip dari laman LinkedIn-nya, Oki Muraza telah meniti karier di sektor energi dan penelitian selama lebih dari dua dekade. Ia memulai karier sebagai Production Supervisor di Repsol YPF pada 2001.

Baca Juga: Alasan Mirota Kampus Berubah Nama jadi Manna Kampus

Setelah meraih gelar doktoral, ia bergabung sebagai Research Associate di The Petroleum Institute dan kemudian menjadi dosen serta peneliti di King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM), Arab Saudi selama lebih dari satu dekade.

Selama periode tersebut, Oki juga aktif sebagai peneliti tamu di Hokkaido University, Jepang, dalam berbagai kesempatan antara tahun 2011 hingga 2015. Ia juga pernah menjabat sebagai Associate Editor untuk jurnal Frontiers in Energy Research.

Kiprahnya di Pertamina dimulai pada Februari 2021 sebagai Senior Vice President (SVP) Research & Technology Innovation.

Ia kemudian kembali dipercaya menjadi SVP Technology Innovation sejak Januari 2024 hingga Juni 2025.

Di samping itu, Oki juga terlibat dalam forum-forum internasional seperti Taskforce Energy, Sustainability & Climate B20 Indonesia dan Taskforce ECCRE B20 India.

Baca Juga: Kulineran Sambil Mancing, Ini Spotnya Di Jogja

Ilmuwan energi paling berpengaruh di dunia

Oki termasuk dalam 2 persen ilmuwan energi paling berpengaruh di dunia menurut Universitas Stanford pada tahun 2020. Ia memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri energi.

Ia juga merupakan salah satu akademisi paling produktif yang berhasil mempublikasikan lebih dari 20 ISI papers setiap tahunnya.

Oki juga pernah dianugerahi Beasiswa Huygens (2003-2004), Belanda, UNESCO SFP, TU Delft Scholarship (2002-2004) dan Beasiswa Perusahaan Bahan Kimia Dow (1997-2000).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.