Hasil Negatif, Pertamina Bantah Pertamax Tercampur Solar di SPBU Gito Gati Sleman

Akurat.co, Jogja - Beberapa waktu lalu muncul keluhan di media sosial terkait dugaan ada campuran bahan bakar jenis Pertamax dengan Solar.
Postingan yang sempat di unggah di Instagram @merapi_uncover (sekarang sudah dihapus) tersebut mengeluhkan kendaraan jadi brebet dan knalpot mengeluarkan asap berbau minyak tanah usai mengisi Pertamax.
Kendaraan tersebut mengisi BBM di sebuah SPBU di Kabupaten Sleman dan langsung menduga jika Pertamax tercampur solar.
Terkait keluhan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Jateng dan DIY bersama Polda DIY, Polres Sleman dan Disperindag Sleman langsung melakukan pengecekan, pekan lalu.
Baca Juga: Profil Oki Muraza, Lulusan Taruna Nusantara, Anak Desa di Sumatera yang Kini jadi Wadirut Pertamina
"Dari laporan, komen dan dari yang mengerucut disitu, itu adalah mengerucut ke SPBU 44.55.29 Gito Gati dan langsung kita lakukan pengecekan," kata Area Manager Communication Relations dan CSR PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan.
Ada dua jenis pengukuran yang dilakukan petugas.
Uji Visual
Dan hasilnya tidak ada campuran apapun di Pertamax dan Pertamax Dex yang dikeluarkan dari nozzle.
"Secara visual, tidak ada campuran apapun di Pertamax yang dikeluarkan nozzle," ungkapnya.
Jika ada campuran, dari gelas ukur akan menunjukkan komposisi warna yang berbeda. Karena solar memiliki berat jenis yang berbeda dengan Pertamax.
Baca Juga: Tim Gabungan Cek Bahan Pangan Di PKL Lapangan Pemda, Temukan Bahan Berbahaya
Uji Berat
Dari hasil pengujian, Pertamax dan Pertamax Dex sesuai dengan spesifikasinya dan masih dalam ambang batas. Jadi disimpulkan tidak terkontaminasi solar.
"Dari dua pengujian tersebut, tidak ada sama sekali kontaminasi solar sesuai keluhan yang muncul sehari, dua hari kemarin," jelasnya.
Selain itu, hingga saat ini juga tidak muncul keluhan dari konsumen usai mengisi BBM di SPBU Gito Gati. Selain aduan yang muncul di media sosial tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









