Jogja

Kisah Riyang Gati, Pemuda asal Sleman yang Sukses Jualan Suket Online

Yudi Permana | 10 Desember 2025, 14:05 WIB
Kisah Riyang Gati, Pemuda asal Sleman yang Sukses Jualan Suket Online

Akurat.co,Jogja-Mengandalkan media sosial dan keuletan, Riyang Gati, pemuda asal Sleman, Yogyakarta, kini tengah mendulang sukses dari berjualan rumput atau suket secara online.

Dari yang awalnya pesanan satu karung per hari, kini Riyang melayani pesanan sampai puluhan karung suket per hari.

Dari kerja seorang diri, Riyang kini memberdayakan tetangga sekitar untuk melayani pesanan rumput.

Baca Juga: Kisah Purnama Petani Garam di Bantul, Termotivasi Cerita Sukses Zaman Dulu

Pesanannya pun tak cuma dari sekitar wilayahnya saja. Tapi sudah menembus luar kota, seperti Jakarta, hingga Malang.

Keuletan dan buang rasa malu

Riyang memulai usahanya ini dengan keuletan. Ia pun mengaku membuang rasa gengsi dan malu.

"Gengsi atau malu sudah gak ada. Dari sekolah sudah biasa kerja," akunya seperti dikutip dari channel Youtube Moslem Society.

Riyang menjelaskan, usahanya ini nyaris tanpa modal. Sebab ia hanya memanfaatkan rumput liar yang tumbuh di sawah.

"Paling modal beli karung atau sabit (arit). Untuk angkutan, pake motor dulu bisa," katanya.

Dengan memanfaatkan media sosial, usaha Riyang pun cepat terkenal.

Memanfatkan platform Instagram, Riyang menuliskan bio, "Suket ora trending, tapi suket itu penting".

Selain Instagram pribadi, Riyang juga membuat Instagram khusus usahanya dengan nama akun @suketin.id.

Berkat media sosial pula, Riyang sempat diundang di salah satu program acara televisi nasional.

"Waktu saya di sawah, ada telepon, produsernya langsung. Saya gak nyangka bisa masuk televisi nasional, kok bisa," tuturnya.

Sejauh ini Riyang hanya melayani rumput untuk ternak seperti kambing, sapi, dan kelinci.

Baca Juga: Berhasil Pulang, Warga Kulon Progo Ungkap Kisah Horor jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja

Untuk memenuhi kebutuhan rumput, Riyang memiliki lahan sendiri seluas 1.000 meter, dan berencana menyewa lahan lagi.

Keberhasilan Riyang memberikan dampak ke lingkungan. Tetangga, yang sama-sama memiliki ternak kini diajak sebagai mitra untuk memenuhi permintaan rumput.

Yang menarik rumput-rumput yang disetor dari tetangga tidak langsung diminta pembayarannya.

Tapi ditabung lebih dahulu. Riyang mengistilahkan sebagai nabung suket.

"Mereka yang setor minta ditabung. Nabung suket. Mau ambil sebelumm lebaran atau apa, mereka jadi punya tabungan di sini," kata Riyang.

Sosok yang memiliki semboyan hidup 'ora obah, ora mamah ini' saban hari bisa ditemui di tempat usahanya yang ada di Moyudan, Sleman, Yogyakarta.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.