Gubenur DIY Fasilitasi Tanah Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih

Akurat.co,Jogja-Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X siap memfasilitas pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayahnya.
Hal ini terungkap dalam forum diskusi dan koordinasi pelaksanaan KDMP yang dilaksanakan, Rabu (17/12), kemarin. Forum untuk memacu penyediaan lahan dan pembangunan gerai KDMP di 5 Kota/Kabupaten DIY.
Hadir dalam acara tersebut, Komandan Korem 072 Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo.
Baca Juga: Capai 100 Persen, DIY Miliki 438 Koperasi Merah Putih, Gunungkidul Terbanyak
Lalu, Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Daerah Istimewa Yogyakarta, KPH Yudanegara.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Adi Bayu Kristanto, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah DIY, Agus Mulyono
Tri Saktiyana mewakili Sekda DIY mengungkapkan, Ngarso Dalem (Sri Sultan) menjembatani sepenuhnya tanah yang diperlukan untuk gerai, gudang dan sebagainya.
Sri Sultan memberikan beberapa persyaratan terkait penyediaan lahan dan penggunaan tanah di DIY untuk pembangunan KDMP.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil DIY, KPH Yudanegara menyatakan, pembangunan gerai fisik KDMP di DIY memerlukan kontribusi dari seluruh pihak dalam memastikan keteraturan tahapan dan kelancaran pembangunan.
“Prinsipnya kecepatan, ketepatan dan juga selektif yang benar-benar kita lakukan bersama-sama. Sehingga tidak ada kecacatan dari segi hukum dan legalitasnya terjamin,” pungkasnya.
Menyikapi permasalahan lahan yang menghambat pembangunan gerai KDMP, KPH Yudanegara menjelaskan pihaknya bersama perangkat daerah terkait telah mendapatkan perintah langsung dari Sri Sultan untuk memasuki tahap pembangunan KDMP.
Menindaklanjuti proses pembangunan gerai fisik yang akan segera direalisasikan, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah DIY, Agus Mulyono menyampaikan, dari total 106 Koperasi Desa (Kopkes) yang telah diidentifikasi, hanya terdapat 10 Kopdes yang telah berada dalam kondisi siap operasional.
“Walaupun semua sudah terbentuk secara kelembagaan, yang siap menjalankan proses operasional dalam artian dapat menghidupi dan berjalan ada 10 dari 106 yang kita ajukan.
Memang sudah ada kegiatan operasional secara real yang dijalankan namun masih minimalis, yang real sudah bisa berjalan ada 10 singgungan disini,” ungkapnya.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Bakal Diguyur Modal Rp210 Triliun Awal 2026
Dalam pembangunan KDMP, Korem 072 Pamungkas mengemban tanggung jawab atas 2.295 titik, 1.857 berada di Jawa Tengah dan 438 itu ada di DIY.
Komandan Korem 072 Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo menekankan, penugasan TNI dalam mendampingi pembangunan gerai fisik KDMP merupakan upaya pemerintah dalam memastikan pembangunan yang optimal dan transparan.
“TNI diperintahkan untuk mendampingi pembangunan fisik dari awal hingga selesai, setelah itu, teknis operasional semuanya dari koperasi yang telah dibentuk akan dikembalikan kepada petugas dari masing-masing Kalurahan," katanya.
Secara keseluruhan di Provinsi Yogyakarta saat ini sudah terbentuk 438 koperasi per Juni 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Hyundai STARGAZER Cartenz Resmi Meluncur, Ini Fitur Unggulannya untuk Liburan di Jogja
- 2DPRD DIY Minta Menkeu Batalkan Pemangkasan Dana Transfer Daerah
- 3392 Maba UP45 dapat Pembekalan Bela Negara
- 4DPRD DIY Berharap Menteri Keuangan Baru Pertimbangkan Pemangkasan Anggaran Daerah
- 5Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 6Pemkot Jogja Tertibkan 4 Reklame Besar Ilegal
- 7Jelang Derby, Kelompok Suporter PSIM dan PSS Sepakat Menjaga Keamanan
- 82 Atlet Tembak Asal Gunungkidul Perkuat Kontingen Indonesia di Asian Games ke-20
- 9Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 105 Fakta Penting Dugaan Pungli di Alkid Jogja yang Diungkap Pemilik Bolosego, Keraton hingga Polisi Buka Suara





