Jogja

Tongseng Emprit Woko Wader, Kuliner Unik Rasa Manis dan Gurih

Yayat Rismunadi | 8 Juli 2025, 17:32 WIB
Tongseng Emprit Woko Wader, Kuliner Unik Rasa Manis dan Gurih

Akurat.co, Jogja - Kuliner tongseng umumnya memakai daging sapi,kambing, atau ayam untuk bahan isian masakan tongseng yang sering ditemukan dinberbagai daerah.

Namun, apa jadinya kalau tongseng yang selama ini dikenal sebagai kuliner yang lezat memakai daging burung emprit sebagai olahan tongseng.

Baca juga: Jogja VW Festival Bakal Hadir Ramaikan UGM Pada Tanggal 10-13 Juli 2025

Ya, burung emprit yang sering dan banyak berkeliaran di sawah maupun ladang, kini dijadikan bahan olahan kuliner tongseng di warung makan Woko Wader yang ada di Bantul.

Sebenarnya warung makan Woko Wader pada mulanya hanya menyediakan menu kuliner aneka olahan ikan air tawar, seperti ikan wader, nila, hingga gabus.

Baca juga: 3 Spot Wisata Air Sungai di Kulon Progo, Dijamin Bikin Kamu Betah

Akan tetapi peluang bisnis baru muncul dengan ide masakan kuliner tongseng menggunakan burung emprit yang selama ini dianggap petani sebagai hama.

Dari ide bisnis yang cukup unik, pemilik warung makan Woko Wader sering kedatangan banyak pengunjung yang ingin dan penasaran dengan rasa menu tongseng burung emprit.

Baca juga: Jogja Semakin Warna-Warni Sambut Event Jogja International Kite Festival 2025

Bahkan, Ketika pengunjung sedang ramai, warung makan ini bisa menghabiskan hingga 300 sampai 400 ekor emprit untuk dijadikan tongseng emprit maupun emprit goreng lho.

Tongseng emprit yang ada di Woko Wader ini punya rasa yang dominan manis dan gurih, dengan tekstur yang empuk meskipun dagingnya hanya sedikit.

Satu porsi tongseng emprit dijual seharga Rp 20.000 yang berisi 10 ekor emprit yang sudah menjadi tongseng. Gimana nih, yang penasaran bisa datang langsung ke Jl. Payak Tengah, Onggopatran, Srimulyo, Kec. Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.