Jogja

Dispar Bantul Kembali Gelar Festival Kuliner Mataram 2025, Perpaduan Cita Rasa Tradisi dan Pesona Budaya Bantul

Yudi Permana | 24 Juli 2025, 20:13 WIB
Dispar Bantul Kembali Gelar Festival Kuliner Mataram 2025, Perpaduan Cita Rasa Tradisi dan Pesona Budaya Bantul

Akurat.co, Jogja - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul kembali menggelar Festival Kuliner Mataram 2025.

Kegiatan akan dilangsungkan di Pantai Baru Poncosari Srandakan Kabupaten Bantul, Sabtu 26 Juli 2025 dan Minggu 27 Juli 2025.

"Festival ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul dalam mendukung pelestarian kuliner tradisional sekaligus memperkuat sektor pariwisata lokal berbasis budaya dan ekonomi kreatif," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kamis (24/07/2025).

Tahun ini, festival akan menghadirkan 50 tenant kuliner pilihan. Terdiri dari pelaku UMKM, komunitas lokal, hingga pegiat kuliner tradisional.

Baca Juga: Geliat Desa Wisata Ikan Hias Gilangharjo, Bantul, Produknya Sudah Ekspor ke Mancanegara

Tak kurang dari 72 jenis makanan dan 16 jenis minuman khas Bantul akan ditampilkan selama dua hari pelaksanaan. Pengunjung dapat menikmati sajian autentik seperti:

  • Sate Klathak
  • Mie Lethek
  • Gudeg Manggar
  • Ingkung-wader
  • Adrem, Geplak Jawa-Bantul, aneka Jenang, Peyek, tiwul, sagon, ampo, karangan, kipo, roti kembang waru, klepon, putu, onde2, pecel, semar mendem, soto
  • Wedang Uwuh, Jamu Tradisional, minuman herbal, minuman rempah, legen, es gosrok, es tape, es kuwut, dan berbagai makanan minuman lainnya yang mulai langka ditemui di pasaran.

Festival ini juga menjadi panggung ekspresi budaya, dengan berbagai pentas seni tradisional, pertunjukan musik dan live cooking dari UMKM  lokal yang menampilkan teknik pengolahan masakan tradisi secara langsung kepada publik.

Baca Juga: Pesan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X di Hari Jadi Bantul ke-194

Selain itu, Festival ini tidak hanya menjadi ruang promosi bagi kuliner khas Bantul. Tetapi juga menjadi sarana pelestarian kekayaan budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

"Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, kembali bangga terhadap makanan khas daerahnya," ungkapnya.

Selain itu, festival ini turut didukung oleh Dana Keistimewaan DIY, serta melibatkan partisipasi aktif dari berbagai komunitas kreatif dan warga setempat.

Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata secara inklusif, memberdayakan UMKM kuliner, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah pesisir selatan Bantul.

Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Pengunjung hanya membayar retribusi masuk destinasi dan parker dan disarankan untuk datang lebih awal agar dapat menikmati keseluruhan sajian kuliner dan pertunjukan seni dengan nyaman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.