Jogja

Kita Berkebaya Ikut Meriahkan Panggung Perform ARTJOG 2025

Yudi Permana | 8 Agustus 2025, 11:17 WIB
Kita Berkebaya Ikut Meriahkan Panggung Perform ARTJOG 2025

Akurat.co, Jogja - Festival seni rupa kontemporer tahunan, ARTJOG, kembali hadir di Jogja National Museum, Yogyakarta hingga 31 Agustus 2025. Kali ini ARTJOG dengan mengangkat tema Motif: Amalan.

Selain pameran seni rupa, ARTJOG 2025 menghadirkan program performa•ARTJOG yang diselenggarakan setiap Minggu dan dirancang sebagai momentum atas perayaan bersama terhadap seni pertunjukan maupun seni peristiwa langsung lainnya.

Dalam rangka merayakan Hari Kebaya Nasional, ​​panggung performa•ARTJOG menghadirkan Kita Berkebaya persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation.

Acara yang berupa rangkaian aktivitas kreatif dan edukatif ini bertujuan meningkatkan apresiasi dan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kebaya sebagai bagian dari identitas budaya yang terus berkembang.

Baca Juga: Peringatan Hari Kebaya Nasional 2025 Dipusatkan Di Candi Prambanan, Ada Kegiatan Apa Saja?

Kebaya adalah warisan budaya Indonesia yang penuh dengan makna dan filosofi, serta mencerminkan nilai-nilai tradisi, martabat dan identitas perempuan Indonesia.

Hal ini jadi salah satu alasan munculnya ide gerakan Kita Berkebaya. Guna mengingatkan kalau kebaya sebagai simbol ekspresi diri, kebanggaan budaya dan pemberdayaan perempuan lintas generasi.

"Melalui kehadiran Kita Berkebaya di panggung ARTJOG ini, diharapkan lahir kesadaran baru akan pentingnya merawat dan menghidupkan kembali kebaya sebagai bagian dari identitas budaya yang kaya dan terus berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi yang memberdayakan, baik dari penjual kain, penjahit, pembatik, perancang busana, hingga pelaku industri kreatif lainnya di seluruh Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Jumat (08/08/2025).

Tak kalah menarik adalah perbincangan dalam Talkshow Berdaya Lewat Kebaya: Warisan Budaya sebagai Ruang Ekspresi yang menghadirkan Mbakyu Berkebaya, content creator dan GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo, Pengageng Kawedanan Panti Budaya Pura Mangkunegaran.

Baca Juga: Usung Tema Motif:Amalan, ARTJOG 2025 Kembali Hadir di Jogja Nasional Museum

Melampaui perannya sebagai busana tradisional, diskusi ini membahas mengenai kebaya dari berbagai sudut pandang, mulai dari pengaruh budaya Jawa, sejarah dan warisan keraton yang membentuk karakternya, hingga perannya sebagai identitas dan bentuk ekspresi diri perempuan.

Dalam kesempatan tersebut juga dikupas relevansi kebaya di tengah tren fesyen masa kini. Serta berbagai upaya kreatif dan kolaboratif untuk menghidupkan kembali kecintaan pada kebaya di kalangan generasi muda.

“Kebaya bukan hanya warisan kain dan jahitan, melainkan cerita tentang perjalanan budaya, identitas, dan jati diri perempuan Indonesia," jelas GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo yang akrab dipanggil Gusti Sura.

Dengan memahami sejarah dan maknanya bisa membawa kebaya tetap relevan di masa ini. Generasi muda memiliki peran penting untuk menghidupkan kembali kebaya, tidak hanya dengan memakainya, tetapi juga dengan memberi nafas baru lewat ide, kolaborasi dan kreativitas.

Baca Juga: ARTJOG 2025 Mulai 20 Juni, Ada Instalasi Kayu Sentil Kerusakan Lingkungan

Penonton yang hadir juga dapat melihat praktik singkat tentang Padu Padan Kebaya yang mengajak peserta memadupadankan elemen kebaya sesuai gaya dan ekspresi diri dan gaya mereka sendiri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.