Mengenal Numplak Wajik, Ritual Khusus Jelang Gerebeg Maulud di Yogyakarta

Akurat.co,Jogja-Panti Pareden Kilen, Kompleks Magangan, Keraton Yogyakarta, tampak sakral dan terlihat sibuk pada Selasa (2/9/2025).
Hari itu tengah diadakan Hajad Dalem Numplak Wajik, ritual khusus menjelang perayaan Garebeg Mulud Dal 1959.
Prosesi ini menjadi tanda dimulainya penyusunan gunungan yang sarat makna syukur sekaligus wujud kebersamaan dalam tradisi budaya Yogyakarta.
Baca Juga: Menikmati Gudeg Manggar Luweng Kayu, Sajian Kuliner Gudeg Langka Khas Keraton Yogyakarta
Prosesi dipimpin Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi, didampingi Kanca Keparak.
Dikutip dari laman resmi Pemprov Jogja, inti dari Numplak Wajik adalah menuangkan adonan wajik dari wadah hingga memenuhi bakul, yang kemudian menjadi pondasi Gunungan Estri.
Wajik berperan penting sebagai dasar untuk menancapkan sujen kue ketan hingga membentuk gunungan utuh.
Gunungan yang tersusun nantinya akan diarak dalam puncak acara Garebeg Mulud dan dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol sedekah raja serta ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kehadiran gunungan juga mencerminkan nilai kebersamaan antara raja dan rakyat.
Jalannya prosesi turut diiringi gejog lesung yang dimainkan Abdi Dalem Keparak.
Irama khas dari tabuhan alu dan lesung ini dipercaya membawa doa keselamatan sekaligus memperkuat suasana sakral prosesi.
Baca Juga: Kuliner Sego Gendong Mbok Inem, Kuliner Blusukan yang hanya Buka Setiap Malam Kliwon
Rangkaian Garebeg Mulud sendiri merupakan bagian dari Hajad Dalem Sekaten, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Perayaan dimulai sejak Jumat (29/8) hingga Jumat (5/9) mendatang.
Dalam kurun waktu tersebut, dua perangkat gamelan pusaka keraton, Kanjeng Kiai Gunturmadu dan Kanjeng Kiai Nagawilaga, ditabuh bergantian di Pagongan Masjid Gedhe Kauman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dispar Bantul Gelar Pameran Layang-Layang 'Akasa Cangkring' di Pantai Cangkring
- 2Lewat Program Masdaku, Diskop UKM Sleman Dorong 111 Ribu UMKM Go Digital
- 3Satu Tahun Wajah Baru Pasar Godean: Ada Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis!
- 4KPU dan Bawaslu Sleman Sinkronisasi Data Pemilih Triwulan III 2026
- 5UAJY Gelar International Cross Cultural Day 2026 di Yogyakarta, Pertemukan Budaya Berbagai Negara
- 6Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 7Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 Resmi Bergulir, Diikuti 8 Tim
- 8Kontingen Bantul Raih Juara Umum PORPRISA DIY 2026
- 9Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar
- 10UGM Kembangkan Gula Semut Kulon Progo jadi Produk Ekspor




