Jogja

Mengenal Numplak Wajik, Ritual Khusus Jelang Gerebeg Maulud di Yogyakarta

Yudi Permana | 4 September 2025, 08:12 WIB
Mengenal Numplak Wajik, Ritual Khusus Jelang Gerebeg Maulud di Yogyakarta

Akurat.co,Jogja-Panti Pareden Kilen, Kompleks Magangan, Keraton Yogyakarta, tampak sakral dan terlihat sibuk pada Selasa (2/9/2025).

Hari itu tengah diadakan Hajad Dalem Numplak Wajik, ritual khusus menjelang perayaan Garebeg Mulud Dal 1959.

Prosesi ini menjadi tanda dimulainya penyusunan gunungan yang sarat makna syukur sekaligus wujud kebersamaan dalam tradisi budaya Yogyakarta.

Baca Juga: Menikmati Gudeg Manggar Luweng Kayu, Sajian Kuliner Gudeg Langka Khas Keraton Yogyakarta

Prosesi dipimpin Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi, didampingi Kanca Keparak.

Dikutip dari laman resmi Pemprov Jogja, inti dari Numplak Wajik adalah menuangkan adonan wajik dari wadah hingga memenuhi bakul, yang kemudian menjadi pondasi Gunungan Estri.

Wajik berperan penting sebagai dasar untuk menancapkan sujen kue ketan hingga membentuk gunungan utuh.

Gunungan yang tersusun nantinya akan diarak dalam puncak acara Garebeg Mulud dan dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol sedekah raja serta ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kehadiran gunungan juga mencerminkan nilai kebersamaan antara raja dan rakyat.

Jalannya prosesi turut diiringi gejog lesung yang dimainkan Abdi Dalem Keparak.

Irama khas dari tabuhan alu dan lesung ini dipercaya membawa doa keselamatan sekaligus memperkuat suasana sakral prosesi.

Baca Juga: Kuliner Sego Gendong Mbok Inem, Kuliner Blusukan yang hanya Buka Setiap Malam Kliwon

Rangkaian Garebeg Mulud sendiri merupakan bagian dari Hajad Dalem Sekaten, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Perayaan dimulai sejak Jumat (29/8) hingga Jumat (5/9) mendatang.

Dalam kurun waktu tersebut, dua perangkat gamelan pusaka keraton, Kanjeng Kiai Gunturmadu dan Kanjeng Kiai Nagawilaga, ditabuh bergantian di Pagongan Masjid Gedhe Kauman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.