Kisah Raden Mas Pringwedana Buka Kawasan Hutan Banguntapan, Kini jadi Kawasan Dusun yang Dihuni Ribuan Warga

Akurat.co,Jogja-Wilayah Yogyakarta memiliki segudang cerita sejarah. Termasuk salah satunya cerita dari Dusun Pringwedanan, Bantul, ini.
Alkisah, dulu sebelum menjadi kawasan dusun dengan ribuan warga seperti sekarang, wilayah tersebut merupakan laha hutan di Banguntapan.
Raden Mas Pringwedana, yang kemudian dikenal sebagai tokoh pendiri dusun, membuka kawasan hutan tersebut selepas kejatuhan Yogyakarta ke tangan Inggris dalam Perang Sepoy tahun 1812.
Baca Juga: Ternyata di Gunungkidul Ada Spot Memancing dengan View Seindah Bali, Di Mana Nih?
Sebagai pengikut setia Pangeran Diponegero dalam Perang Jawa (1825-1830), Raden Mas Pringwedana memiliki jasa luar biasa menjadikan kawasan hutan tersebut menjadi Dusung Pringwedanan.
Tradisi tahunan mengenang jasa Raden Mas Pringwedana
Sebagai cara mengenang jasa Raden Mas Pringdwedana, warga dusun saban tahunnya menggelar upacara tradisi Merti Dusun Pringwedanan.
Tahun ini acara Merti Dusun digelar pada Sabtu (6/9/2025) sebagai bentuk rasa syukur serta penghormatan terhadap jasa-jasa leluhur.
Acara yang berlangsung meriah ini diwarnai kirab budaya yang diikuti berbagai unsur masyarakat.
Mereka dengan riang gembira menampilkan gunungan hasil bumi, andong, kesenian kerawitan, bregada prajurit, hingga drumband dari anak-anak TK.
Baca Juga: Beasiswa Sleman Pintar, Upaya Pemkab Putus Rantai Kemiskinan
Merti dusun yang juga dikenal sebagai sedekah gede ini sarat akan makna. Bukan sekadar kegiatan perayaan budaya, tradisi ini juga sebagai momentum reflektif bagi masyarakat.
Acara ini juga mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta.
Aris mengatakan, pentingnya menjadikan merti dusun sebagai landasan untuk meneguhkan komitmen dan meneruskan langkah menuju masa depan yang lebih baik.
“Inilah landasan yang harus kita pegang bersama, dengan menjaga budaya dan menumbuhkan harmoni dalam kebersamaan,” pesannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 2Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 3Profil Razzi Taruna, Mantan Manajer PSIM yang Kini jadi Direktur Olahraga Persik
- 4Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying
- 5Apa Itu Beras Fortifikasi? Dosen UMY Jelaskan Pengertian dan Dampaknya jika Tak Sesuai Kandungan
- 6Prediksi BRI Super League: Isenmulang vs PSIM jadi Laga Pemecah Telur bagi Tamu?
- 7Serunya Murid SD Tumbuh 2 Belajar Bikin Maket Rumah di UAJY
- 8Kalurahan Triwidadi Bangun Fasilitas Ramah Disabilitas Lewat Dana Keistimewaan
- 9Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 10Serunya Murid SD Tumbuh 2 Belajar Bikin Maket Rumah di UAJY









