Jogja

Labuhan Hajad Dalem di Parangkusumo Berlangsung Sakral, Tarik Minat Wisawatan Mancanegara

M. Mubin Wibawa | 20 Januari 2026, 06:36 WIB
Labuhan Hajad Dalem di Parangkusumo Berlangsung Sakral, Tarik Minat Wisawatan Mancanegara

Akurat.co,Jogja-Upacara adat labuhan Hajad Dalem Tinggalan Jumenengan Dalem digelar di Pantai Parangkusumo, Senin (19/1/2026).

Upacara sakral ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Jumenengan Dalem ke-38 Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Rangkaian upacara labuhan Tingalan Jumenengan Dalem ini diawali dengan serah terima ubarampe bertempat di Kantor Kapanewon Kretek.

Baca Juga: Bupati Sleman Terima Ubarampe Upacara Adat Labuhan Merapi

Ubarampe diserahkan oleh KRT Kusumo Negoro selaku utusan Dalem, kepada Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. Prosesi ini menandai dimulainya rangkaian labuhan di wilayah pesisir selatan.

Usai serah terima, ubarampe kemudian dibawa menuju Cepuri, Parangkusumo di mana abdi dalem dan juru kunci telah berkumpul untuk memanjatkan doa.

Doa-doa dipanjatkan sebagai bentuk pengharapan akan keselamatan, ketenteraman, serta keberkahan bagi Keraton, masyarakat, dan negara.

Usai didoakan, ubarampe dibawa ke bibir Pantai Parangkusumo untuk didoakan kembali dan dilabuh ke Samudra Hindia.

Mendapatkan perhatian luas masyarakat

Upacara ini mendapatkan perhatian luas dari masyarakat. Ratusan pengunjung dari berbagai daerah memadati kawasan Parangkusumo untuk menyaksikan prosesi sakral tersebut.

Tidak hanya warga lokal, beberapa warga mancanegara terlihat ambil bagian dalam upacara labuhan ini, termasuk Attila Bartis.

Warga Hungaria ini mengaku bahwa ia tidak memiliki banyak pengetahuan terkait budaya Jawa. Meski demikian, ia yakin bahwa upacara labuhan ini memiliki arti yang sangat penting.

“Mencoba untuk melestarikan tradisi ini terlihat hampir tidak mungkin melihat perubahan dunia yang begitu cepat.

Baca Juga: Menyingkap Tradisi Mitoni Adat Jawa, Dijadikan Program Pemkot Jogja Mencegah Stunting

Karena itu, menurut saya, sangat luar biasa melihat berbagai upacara tradisional sejenis ini, baik di Eropa maupun di tempat-tempat lain, masih dilaksanakan,” ungkapnya dilansir dari laman resmi Pemkot Jogja.

Labuhan Tingalan Jumenengan Dalem tidak hanya dilaksanakan di Pantai Parangkusumo, Bantul, tetapi juga digelar di sejumlah titik sakral lainnya, yakni Gunung Merapi dan Gunung Lawu.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.