Melihat Langsung Koleksi Keris Sabuk Inten di Musem Pleret yang Makin Kekinian

Akurat.co,Jogja-Sejarah peradaban Indonesia, khususnya Jawa tak bisa lepas dari peran kerajaan Mataram dulunya.
Untuk bisa melihat jejak peradaban dan kebudayaan masa lalu, museum adalah tempat untuk memahaminya.
Salah satu yang bisa kamu kunjungi saat ke Jogja, khususnya di daerah Pleret, Bantul, adalah Museum Pleret.
Dikelola oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Museum Pleret merupakan hasil transformasi dari Museum Sejarah Purbakala Pleret.
Baca Juga: Mempelajari Jawa dan Indonesia di Museum Ullen Sentalu Jogja, Wisata Edukasi yang Instagramable
Pada awalnya, museum ini difungsikan sebagai tempat penampungan temuan Benda Cagar Budaya dari wilayah Bantul.
Seiring bertambahnya koleksi dan meningkatnya nilai edukasi yang dimiliki, museum kemudian dibuka untuk umum pada 2014.
“Awalnya museum ini hanya difungsikan sebagai tempat penampungan temuan cagar budaya.
Seiring bertambahnya koleksi yang bernilai edukatif, museum kemudian dibuka untuk umum dan berkembang menjadi sarana pembelajaran sejarah sekaligus rekreasi yang ramah bagi masyarakat,” ujar Edukator Museum Pleret, Ayu Oktafi D, yang akrab disapa Afi.
Keris sabuk Inten hingga peninggalan zaman kolonial
Koleksi unggulan museum antara lain umpak atau landasan tiang bangunan, keris Sabuk Inten, peralatan batu masa prasejarah, arca, bagian candi, hingga bata berukuran besar yang merupakan komponen bangunan Keraton Mataram Islam.
Dari periode kolonial, museum juga menyimpan temuan benda-benda eks pabrik gula yang pernah beroperasi di kawasan Pleret.
“Dengan berkunjung ke Museum Pleret, pengunjung tidak hanya belajar sejarah melalui koleksi, tetapi juga dapat mengunjungi langsung situs-situs di Kawasan Cagar Budaya Kerta–Pleret,” kata Afi.
Baca Juga: Museum Anaia dan Alisha, Wisata Edukatif dengan Latar Instagramable
Pengalaman berkunjung ke Museum Pleret semakin lengkap dengan hadirnya program Gowes Situs (Gesit), yakni kegiatan bersepeda menyusuri kawasan cagar budaya yang diselenggarakan secara gratis setidaknya sebulan sekali.
Melalui program ini, pengunjung diajak mengenal situs-situs bersejarah dengan pendekatan yang sehat, santai, dan menyenangkan.
Semakin kekinian dengan peninggalan sejarah
Kini, Museum Pleret tampil sebagai museum yang inklusif dan interaktif. Selain menghadirkan display visual modern dengan media audio, museum ini juga menyediakan ruang interaktif bagi anak usia dini.
Di ruang ini, anak-anak dapat beraktivitas kreatif seperti mewarnai dan bermain permainan tradisional, antara lain dakon dan yoyo.
Keunikan Museum Pleret juga diperkuat oleh keberadaan Situs Cagar Budaya Sumur Gumuling, sumber air Kedaton bekas Keraton Pleret peninggalan Mataram Islam yang dibangun sekitar abad ke-17.
Baca Juga: Jalan-jalan ke Museum Batik Yogyakarta, Seseru Itu Ternyata Wisata Budaya
Situs ini menegaskan posisi Museum Pleret sebagai bagian dari Poros Kerajaan Mataram Islam.
Di kawasan sekitarnya, masih terdapat sejumlah situs penting lain, seperti Situs Kerta dan situs-situs pendukung sejarah Pleret.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









