Maba UAJY Belajar Budaya Jawa, Ada Jemparingan hingga Joged Mataraman

Akurat.co, Jogja - Mahasiswa baru (maba) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengikuti Program Jogja Istimewa Gelombang I.
Kegiatan yang digelar Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya UAJY ini diikuti maba semester 2 dan berlangsung di lingkungan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, akhir pekan lalu.
Program sebagai bentuk pengamalan dan pelestarian nilai-nilai budaya Jawa secara langsung ini dibagi dalam lima kelompok dengan ragam budaya kegiatan budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi Keraton.
Seperti ketapel, jemparingan, pedalangan, tata busana, karawitan, dan joged Mataram.
Baca Juga: Mahasiswa FTI UAJY Ini Raih Juara 2 Ajang Hackathon Nasional
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami budaya secara teoritis. Tetapi juga mengalami praktik budaya secara langsung.
Dalam sesi jemparingan, pengajar memperkenalkan teknik dasar serta filosofi di balik peralatan dan gerakan memanah tradisional. Mahasiswa diajak memahami posisi tubuh, cara memegang busur, hingga makna simbolik dalam setiap gerakan.
Sementara itu, pada kelas joged Mataram, mahasiswa dibimbing untuk memahami teknik dasar tari klasik Jawa. Mulai dari sikap tangan, kaki, hingga postur tubuh.
Di sini, pengajar menekankan pentingnya ketepatan teknik sebagai dasar sebelum mempelajari ragam gerak yang lebih kompleks. Pembelajaran difokuskan pada proses, bukan hasil instan.
Baca Juga: Avira, Mahasiswa Biologi UAJY Ini Sukses Raih 2 Medali Emas di Posbanas 2026
“Belajar tari klasik itu bukan sesuatu yang mudah. Tapi mereka sangat semangat dan mau bergerak,” jelasnya.
Angelica Anastasya mahasiswa asal Kalimantan Barat mengungkapkan kesannya selama mengikuti Program Jogist. “Mengikuti Jogja Istimewa ini membuat saya lebih memahami budaya Yogyakarta secara langsung, ada budaya baru yang dapat saya pelajari,” ujarnya.
Melalui Program Jogja Istimewa, UAJY berharap mahasiswa baru tidak hanya mengenal Yogyakarta sebagai kota pendidikan, tetapi juga memahami nilai-nilai filosofis, etika dan kearifan lokal yang hidup dalam budaya Jawa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









