Jogja

Saat Owner Trail Run Berkumpul, Ini yang Dihasilkan...

Atiek Widyastuti | 26 Februari 2026, 11:45 WIB
Saat Owner Trail Run Berkumpul, Ini yang Dihasilkan...
Para race owner trail run. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Event lari Coast to Coast (CTC) Ultra selesai digelar di Yogyakarta, 14-15 Februari 2025 lalu.

Pasca CTC slesai, lima race owner trail run Indonesia sepakat untuk membentuk Indonesia Trail Run Series.

Sebuah kolaborasi nasional yang bertujuan memperkuat ekosistem trail run sekaligus mendorong Indonesia sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.

Lima event penggagas tersebut adalah Coast to Coast Ultra Yogyakarta, Bali Trail Run Ultra Bali, Dieng Caldera Race Wonosoboz MANTRA116 Pasuruan dan Siksorogo Lawu Ultra Tawangmangu.

Baca Juga: Lari di Alam Bebas Berlangsung di Pantai Selatan Bantul, Ada Peserta Disabilitas

Lima panggung alam berbeda yang selama bertahun-tahun tumbuh bersama komunitas dan kini memilih bersatu dalam satu payung kolaborasi.

Ikhsan Sitaryadi selaku perwakilan Coast to Coast Ultra menuturkan, Indonesia Trail Run Series lahir dari diskusi panjang para penyelenggara berbasis komunitas yang melihat potensi besar trail run Indonesia jika dikelola dalam sistem terintegrasi.

Selama ini, kolaborasi berjalan dalam bentuk dukungan jejaring komunitas dan partisipasi silang. Namun, tanpa struktur nasional, dampaknya belum optima. Bbaik bagi atlet, sponsor, maupun destinasi.

“Kolaborasi ini bukan sekadar simbolik. Kami ingin membangun sistem yang berkelanjutan, yang memberikan arah jelas bagi atlet dan standar bersama bagi penyelenggara,” ujarnya, Kamis (26/02/2026).

Baca Juga: 4.200 Pelari Tutup Road to MILO ACTIV Indonesia Race 2025

Dalam kerangka Indonesia Trail Run Series, salah satu kategori dari masing-masing event akan dilabeli sebagai bagian dari series.

Sistem poin akan digunakan, sehingga performa pelari dapat terukur secara objektif dan berjenjang.

“Dengan format series, pelari tidak lagi hanya berkompetisi dalam satu lomba, tetapi dalam satu musim. Ini menciptakan dinamika baru yang lebih kompetitif, strategis dan profesional,” kata Agus Yudha, perwakilan Bali Trail Run Ultra.

Agus Yudha menekankan pentingnya narasi destinasi. Mengingat Indonesia memiliki gunung, hutan dan lanskap yang unik.

Jika dikelola bersama dalam satu series, bukan hanya menjual lomba. Tetapi pengalaman dan cerita destinasi.

Baca Juga: Vet Fun Run & Pet Show 2025, Momen Lari bersama Hewan Kesayangan

Dengan sistem series yang terjadwal sepanjang tahun, secara tidak langsung menciptakan kalender sport tourism nasional yang berkesinambungan dan sehat bagi kompetisi para atlet Trail Run Indonesia.

Ivan selaku perwakilan MANTRA116 menambahkan, dengan adanya Indonesia Trail Run Series diharapkan pertumbuhan olahraga lari trail semakin berkembang sehat.

Lebih dari sekadar kompetisi, Indonesia Trail Run Series memposisikan diri sebagai penggerak sport tourism. Setiap event anggota berlangsung di destinasi dengan karakter geografis dan budaya yang kuat.

Mulai dari pesisir pantai dan perbukitan di Yogyakarta, lanskap tropis di Bali, kaldera Dieng, pegunungan Pasuruan, hingga lereng Lawu di Tawangmangu.

Baca Juga: Catat, Ini Kalender Lari Jogja Agustus 2025, Terdekat ada Sleman Temple Run dan Milo Indonesia Race 2025

“Peserta tidak datang sendiri. Mereka membawa keluarga, komunitas dan menginap beberapa hari. Hotel, homestay, UMKM, transportasi lokal, semuanya bergerak,” kata Mahendratta perwakilan Dieng Caldera Race.

Dalam konteks ekonomi daerah, event trail run berkontribusi pada perputaran ekonomi yang signifikan. Khususnya di wilayah pegunungan dan dataran tinggi yang bukan pusat industri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.