Cuaca Panas di Siang Hari, Mampir Aja ke Dawet Ringin Pak Bardi yang Bikin Nagih

Akurat.co, Jogja - Dawet merupakan minuman khas yang banyak digemari oleh banyak orang khususnya di Jawa. Minuman dawet juga dipercaya sudah ada dari jaman abad 15 yang berasal dari Desa Jabung, Ponorogo.
Setelah sekian abad, dawet menyebar ke seluruh pelosok Jawa karena rasanya yang enak dan punya cita rasa khas. Seperti dawet yang dijual oleh pak Bardi yang berlokasi di Kalasan.
Baca juga: Pantai Indrayanti Jogja: Paket Komplit Buat Liburan Asik dan Estetik
Bahan Utama untuk membuat dawet adalah menggunakan cendol, yaitu olahan dari tepung sagu tanpa pewarna. Kemudian ditambahkan perasan santan yang gurih sehingga menambah cita rasa gurih dan enak. Tidak lupa gula merah yang menjadi rasa kunci di setiap dawet yang dijajakan pak Bardi.
Dawet resep pak Bardi ini sangat ramai pengunjung hingga antrenya mengular. Didukung suasana yang adem semilir di bawah pohon ringin, menambah nikmat minum es dawet ini.
Baca juga: Pantai Parangkusumo Jogja: Pesona Mistis yang Bikin Penasaran di Pantai Selatan
Pak Bardi selalu menggunakan bahan terbaik dan alami dalam setiap pembuatan dawet. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga cita rasa tetap terjaga, konsisten dan memuaskan pembeli.
Dawet pak Bardi disuguhkan dalam gelas besar yang berisi cendol, santan, dan gula merah cair. Harganya pun relatif murah dan terjangkau dengan membayar Rp. 5.000 saja.
Baca juga: Bukit Paralayang Parangtritis, Spot Hits Buat Healing dan Ngetes Adrenalin di Jogja
Nah, bagi kamu yang suka tambahan seperti tape bisa banget nih menjadi pelengkap dawet dengan menambah Rp. 1.000 saja untuk menikmati segelas dawet pak Bardi yang berada di Sanggrahan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY.
Dawet yang sudah terkenal dengan sebutan dawet ringin ini selalu ramai oleh pengunjung karena telah menjadi ikon kuliner di Purwomartani. Bahkan pak Bardi telah memulai usaha ini dari tahun 1997 lho.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 2Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 3Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 4Lahan UPN Yogyakarta yang Kena Tol Tiba-tiba Bertambah, Rektor Buka Suara
- 5Profil Razzi Taruna, Mantan Manajer PSIM yang Kini jadi Direktur Olahraga Persik
- 6Yashinta: Ekonomi Kreatif DIY Terhambat Perda
- 7Waspada! Satu dari 5 Anak Indonesia Alami Obesitas, Dosen UMY Ungkap Penyebabnya
- 8Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying
- 9Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 10Serunya Murid SD Tumbuh 2 Belajar Bikin Maket Rumah di UAJY









