Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar

Akurat.co,Jogja- Penampilan dan penyampaiannya saat mengisi khutbah Jumat di Masjid UGM Jumat (31/7) lalu, membuat publik mengira jika Media Wahyudi Askar memiliki latar belakang santri.
Di Masjid UGM, Media yang mengenakan peci hitam, koko putih, dibalut jas hitam, Media memukau jemaah dengan khutbahnya.
Baca Juga: Pakar UGM: Pemerintah Miliki Keterbatasan Fiskal Selenggarakan Kuliah Gratis
Di balik penampilan dan pernyataan-pernyataannya hari ini yang kerap menghiasi opini publik, sejumlah fakta menarik melatarbelakangi kariernya sebagai dosen.
Apa saja?
1. Benarkah Media pernah menjadi santri?
Saat mengisi khutbah Jumat di Masjid UGM, publik pasti mengira Media memiliki latar belakang santri.
Tapi faktanya, Media tidak pernah mengecap pendidikan di pondok pesantren.
Meski demikian, ia dikenal memiliki kedekatan dengan komunitas santri dan pesantren dalam konteks akademis dan sosial.
Media pernah membimbing riset mahasiswa mengenai implementasi Undang-Undang Pesantren.
2. Yang disampaikan saat khutbah relevan dengan kondisi sekarang
Saat menyampaikan khutbah Jumatnya, Media sempat mengingatkan bahwa amanah keadilan tidak hanya menjadi tanggung jawab para pemimpin atau pejabat publik, tetapi merupakan kewajiban setiap individu.
Dikutip dari laman masjidkampus.ugm.ac.id, keadilan, menurutnya, dimulai dari hal-hal sederhana, seperti bersikap jujur, menghormati hak orang lain, menghindari penyalahgunaan kepercayaan, serta mengambil keputusan secara objektif tanpa dipengaruhi kepentingan pribadi.
"Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari akhlak seorang muslim sekaligus fondasi terciptanya masyarakat yang harmonis dan berkeadaban," jelasnya.
3. Dosen di UGM
Dr. Media Wahyudi Askar, S.I.P., M.Sc., Ph.D. merupakan dosen dan peneliti di Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik FISIPOL UGM.
4. Founder CELIOS
Media juga Founder dan Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS).
Fokus risetnya meliputi kemiskinan dan ketimpangan, keadilan fiskal dan energi, inklusi keuangan, pengembangan UMKM, hingga evaluasi kebijakan berbasis data dan bukti ilmiah.
Baca Juga: Heboh Grup Chat Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa Teknik, Ini Pernyataan UGM
5. Berani kritisi MBG
Dikutip dari laman resmi UGM, melalui berbagai riset dan kajiannya, Media aktif mengkritisi dan mengevaluasi kebijakan publik di Indonesia, mulai dari efektivitas program perlindungan sosial, tata kelola anggaran negara, dampak kebijakan terhadap kelompok rentan, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baginya, kebijakan publik yang baik harus dibangun di atas data, riset yang kuat, dan kebutuhan nyata masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 15 Fakta Menarik Pelatih Sementara PSIM Guntur Cahyo Utomo, Pria Solo yang Pernah di Tim U-19 Indonesia
- 2Bea Cukai Jogja Berhasil Gagalkan Upaya Penyelundupan Emas 24 Karat Ilegal di Bandara YIA, Rugikan Negara Rp1,6 M
- 35 Fakta Penting Demo 2 Tahun Prabowo Gibran di Jogja, Berakhir Rusuh, Massa Duduki DPRD hingga Malam
- 4Muhammadiyah Desak Hukum Tegas Pelaku Karhutla Tanpa Pandang Bulu
- 52 Tahun Pemerintah Prabowo Gibran, Ribuan Mahasiswa Duduki DPRD DIY, Tuntut Pemerintah Lakukan Hal Ini!
- 62 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa DIY dan Tuntut 7 Hal Ini Kepada Pemerintah
- 7Hasil BRI Super League: Kalah 5 Laga Beruntun, PSIM Ingin Bangkit di Laga Berikut
- 8Antrean BBM di Jateng dan DIY Meluas, Pertamina Jamin Pasokan Aman
- 9Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 10Waspada! Satu dari 5 Anak Indonesia Alami Obesitas, Dosen UMY Ungkap Penyebabnya






