Jogja

Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar

Haris Ma'ani | 22 Oktober 2026, 11:58 WIB
Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
Media Wahyu Askar saat mengisi khutbah di Masjid Kampus UGM-foto: masjidkampusugm

Akurat.co,Jogja- Penampilan dan penyampaiannya saat mengisi khutbah Jumat di Masjid UGM Jumat (31/7) lalu, membuat publik mengira jika Media Wahyudi Askar memiliki latar belakang santri.

Di Masjid UGM, Media yang mengenakan peci hitam, koko putih, dibalut jas hitam, Media memukau jemaah dengan khutbahnya.

Baca Juga: Pakar UGM: Pemerintah Miliki Keterbatasan Fiskal Selenggarakan Kuliah Gratis

Di balik penampilan dan pernyataan-pernyataannya hari ini yang kerap menghiasi opini publik, sejumlah fakta menarik melatarbelakangi kariernya sebagai dosen.

Apa saja?

1. Benarkah Media pernah menjadi santri?

Saat mengisi khutbah Jumat di Masjid UGM, publik pasti mengira Media memiliki latar belakang santri.

Tapi faktanya, Media tidak pernah mengecap pendidikan di pondok pesantren.

Meski demikian, ia dikenal memiliki kedekatan dengan komunitas santri dan pesantren dalam konteks akademis dan sosial.

Media pernah membimbing riset mahasiswa mengenai implementasi Undang-Undang Pesantren.

2. Yang disampaikan saat khutbah relevan dengan kondisi sekarang

Saat menyampaikan khutbah Jumatnya, Media sempat mengingatkan bahwa amanah keadilan tidak hanya menjadi tanggung jawab para pemimpin atau pejabat publik, tetapi merupakan kewajiban setiap individu.

Dikutip dari laman masjidkampus.ugm.ac.id, keadilan, menurutnya, dimulai dari hal-hal sederhana, seperti bersikap jujur, menghormati hak orang lain, menghindari penyalahgunaan kepercayaan, serta mengambil keputusan secara objektif tanpa dipengaruhi kepentingan pribadi.

"Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari akhlak seorang muslim sekaligus fondasi terciptanya masyarakat yang harmonis dan berkeadaban," jelasnya.

3. Dosen di UGM

Dr. Media Wahyudi Askar, S.I.P., M.Sc., Ph.D. merupakan dosen dan peneliti di Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik FISIPOL UGM.

4. Founder CELIOS

Media juga Founder dan Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

Fokus risetnya meliputi kemiskinan dan ketimpangan, keadilan fiskal dan energi, inklusi keuangan, pengembangan UMKM, hingga evaluasi kebijakan berbasis data dan bukti ilmiah.

Baca Juga: Heboh Grup Chat Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa Teknik, Ini Pernyataan UGM

5. Berani kritisi MBG

Dikutip dari laman resmi UGM, melalui berbagai riset dan kajiannya, Media aktif mengkritisi dan mengevaluasi kebijakan publik di Indonesia, mulai dari efektivitas program perlindungan sosial, tata kelola anggaran negara, dampak kebijakan terhadap kelompok rentan, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baginya, kebijakan publik yang baik harus dibangun di atas data, riset yang kuat, dan kebutuhan nyata masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.