Telusuri Pelaku Aksi Pelemparan KA Sancara, Ini yang Dilakukan KAI Daops 6 Yogyakarta

Akurat.co, Jogja - Ini yang dilakukan KAI Daops 6 Yogyakarta guna menelusuri pelaku aksi pelemparan KA Sancara.
KAI Daops 6 Yogyakarta bergerak cepat guna menelusuri pelaku aksi pelemparan KAI Sancara.
Penumpang KA Sancara (88F) relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng menjadi korban aksi vandalisme pelemparan, Minggu 06 Juli 2025 lalu.
Video kejadian langsung viral di media sosial dan mendapat kecaman dari warganet.
Baca Juga: Kutuk Keras Aksi Pelemparan Batu KA Sancaka, KAI Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara Seumur Hidup
Penumpang tersebut langsung mendapatkan penangan di rumah sakit di Surakarta.
Penanganan medis dilanjutkan di RS Khusus Mata di Surabaya dengan pendampingan dari KAI.
Menurut Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih, sebagai upaya pencegahan dan memberikan edukasi terkait bahaya pelemparan.
KAI Daops 6 Yogyakarta juga terus melakukan sosialisasi ke warga masyarakat yang berdekatan dengan jalur rel.
Sosialisasi juga dilakukan melalui social media dan media massa.
Baca Juga: KAI Daop 6 Yogyakarta Ingatkan Masyarakat Stop Vandalisme Pelemparan kepada Kereta Api
KAI menegaskan, jika aksi vandalisme berupa pelemparan terhadap kereta api dapat dikenakan hukuman pidana sesuai dengan KUHP Bab VII mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang Pasal 194 ayat 1.
Terkait aksi vandalisme pelemparan tersebut, KAI Daops 6 Yogyakarta bergerak cepat.
Selain melakukan pendampingan medis terhadap korban, KAI Daops 6 Yogyakarta juga bekerjasama dengan Polres Klaten.
"Kerjasama dan koordinasi ini untuk melakukan penelusuran kasus vandalisme," jelas Feni.
Baca Juga: KAI Daops 6 Yogyakarta, Beri Penghargaan Petugas yang Kembalikan HP Penumpang yang Tertinggal
Ini juga jadi langkah tegas dan upaya Daop 6 Yogyakarta dalam komitmen menjaga keselamatan perjalanan Kereta Api, para penumpang dan petugas.
Kerjasama juga dilakukan dengan warga sekitar dengan melakukan penelusuran pencarian oknum pelaku pelemparan. Termasuk giat patroli di lokasi rawan pelemparan dan penyuluhan kepada masyarakat sekitar jalur kereta api.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 6Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 7Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis
- 10Pemkab Bantul Salurkan Bantuan 2.000 Ekor Ayam Petelur ke Warga





