CCTV Kronggahan Sleman Sempat Diretas, Muncul Tulisan Ini...

Akurat.co, Jogja - Closed-Circuit Television (CCTV) atau Televisi Sirkuit Tertutup yang berada di simpang empat Kronggahan Mlati Sleman sempat diretas.
Di sudut kiri bawah tampilan CCTV terdapat tulisan "Allah adalah Setan Iblis" di sudut bawah kiri rekaman CCTV.
Tulisan tersembunyi sempat muncul di Instagram @merapi_uncover, Kamis (11/09/2025) siang. Namun, saat ini sudah dihapus.
Hal itu langsung direspon Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman langsung mengecek hal itu.
"Rekan-rekan media yang saya hormati. Dapat kami jelaskan bahwa berdasar analisis sementara dari tim Kominfo Sleman, CCTV tersebut terindikasi diretas," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Budi Santosa, dalam keterangannya, Kamis (11/09/2025) malam.
Diskominfo Sleman juga terus melakukan evaluasi dan meningkatkan keamanan jaringan CCTV.
Tidak memakan waktu lama, CCTV tersebut telah berhasil dipulihkan.
Hal itu langsung diumumkan melalui Instagram @kabarsleman.
"Kami sampaikan bahwa CCTV Kronggahan yang sebelumnya mengalami gangguan kini telah dipulihkan dan kembali berfungsi dengan baik," tulis dalam postingan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 6Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 7Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 8Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 9Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis
- 10Pemkab Bantul Salurkan Bantuan 2.000 Ekor Ayam Petelur ke Warga









