Hingga Akhir Oktober 2025, Dinas Kesehatan Sleman Catat 94 Ribu Kasus ISPA

Akurat.co, Jogja - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat, hingga akhir Oktober 2025 terdapat 94.017 kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
Artinya, setiap pekan ada 2.200an kasus. Bahkan angka tertinggi dalam sepekan mencapai 4.000 kasus.
Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengungkapkan, ISPA jadi penyakit yang paling banyak ditemui. Baik di musim kemarau maupun musim hujan.
"Di hampir semua pelayanan kesehatan dasar, ISPA jadi kasus yang paling banyak ditangani," katanya, Jumat (31/10/2025).
Baca Juga: 9 Warga Sleman Meninggal Dunia Karena Leptospirosis
Berdasarkan data, kasus ISPA akan meningkat antara September - November. Nanti kasus akan menurun di awal tahun.
Mengenai kenaikan kasus di akhir tahun, libur panjang ikut andil menambah jumlah kasus. Tingginya mobilitas, ikut berpengaruh dalam penyebaran penyakit. Khususnya Influenza.
Meski bukan termasuk penyakit yang fatal, tetap harus diantisipasi. Karena penyebarannya cepat.
"Jika tidak segera ditangani, tetap berbahaya. Terutama bagi mereka yang memiliki komorbid seperti jantung dan anemia," jelasnya.
Influenza jadi penyakit yang meningkat di waktu perubahan cuaca. Baik dari kemarau ke penghujan atau sebaliknya.
Baca Juga: Indeks Pembangunan Pemuda DIY Tertinggi se-Indonesia, Ini Cara Pemda Memberdayakan Anak Muda
Salah satu kunci pencegahan ISPA dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Khususnya di lingkungan pendidikan, atau sekolah.
"Sekolah jadi tempat yang rentan penyebaran virus dan bakteri. Penuhi gizi anak dengan baik bisa jadi salah satu jalan untuk mengantisipasi," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2PWI DIY Terus Perjuangkan Gelar Pahlawan Nasional bagi Udin
- 3DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 4Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 5Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 6DPRD DIY Siap Bahas Anggaran DED Renovasi Stadion Mandala Krida
- 7Dulu Saluran Pengairan, Tuk Bulus Sleman Kini Jadi Tempat Wisata Unggulan
- 8116 Orang Jadi Korban Demonstrasi Jogja Memanggil, Ini Respons Pemkot
- 9Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 10Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi









