Jogja

Rusunawa, Harapan Warga Kota Jogja Tinggal di Hunian Layak di Tengah Kota

Yudi Permana | 7 November 2025, 10:05 WIB
Rusunawa, Harapan Warga Kota Jogja Tinggal di Hunian Layak di Tengah Kota

Akurat.co,Jogja-Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) adalah harapan bagi warga Kota Jogja bisa tinggal di hunian layak di tengah kota.

Salah satunya dirasakan oleh Sri Yuniarti. Ibu berusia 44 tahun ini menceritakan sudah tinggal di Rusunawa Graha Bina Harapan Kota Jogja beberapa tahun ini.

“Harapannya ya bisa punya rumah sendiri, karena di sini sempit untuk saya. Anak saya dua, sudah besar, tapi harus tidur di satu ruangan yang juga jadi tempat makan,” ujarnya.

Meski bersyukur mendapat tempat tinggal, Ibu Sri juga menyampaikan beberapa kendala yang masih dirasakan penghuni.

Baca Juga: Cegah KLB Program MBG Terulang, Ini yang Dilakukan Pemda DIY

“Kadang ada kebocoran, fasilitas rusak, itu harusnya segera diperbaiki. Terus anak-anak juga enggak punya tempat bermain,” tuturnya.

Kepala UPT Pengelolaan Rusunawa Kota Yogyakarta, Kuswarjanta Adi Nugraha, menjelaskan bahwa Rusunawa Graha Bina Harapan memiliki 68 unit hunian tipe studio (tipe 21) dengan luas sekitar 21–22 meter persegi.

Tarif sewanya bervariasi antara Rp100.000 hingga Rp400.000 per bulan, tergantung pada lantai.

“Yang di lantai satu sekitar seratus ribu rupiah, sementara lantai dua sampai lima antara tiga ratus empat puluh ribu sampai empat ratus ribu rupiah,” jelasnya.

Kuswarjanta menambahkan, pihaknya terus melakukan pemeliharaan rutin setiap tahun sesuai dengan prioritas kebutuhan.

Untuk memastikan hunian Rusunawa layak ditinggali, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meninjau kondisi Rumah Graha Bina Harapan pada Kamis (6/11).

Hasto menyoroti sejumlah bagian bangunan yang perlu segera diperbaiki, terutama di lantai atas yang mengalami kebocoran.

“Tadi saya lihat banyak atap dan dinding yang bocor, apalagi di lantai lima. Saya sudah minta Dinas PUPKP untuk segera memperbaikinya. Kalau bisa, juga ditambah kanopi supaya air hujan tidak masuk ke kamar,” kata Hasto.

Baca Juga: Kulon Progo Bersiap Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Wali kota juga menyoroti kondisi di lantai lima rusunawa yang mengalami kebocoran parah, hingga membuat penghuni kesulitan menata kamar.

“Yang di lantai 5 ini paling kasihan. Air blewer dari atas, jadi kasurnya enggak bisa mepet ke dinding. Sudah capek, masih bocor pula,” jelasnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Jumat (7/11/2025).

Menurutnya, banyak warga Kota Yogyakarta yang tampak hidup di lingkungan kota yang tertata, namun sebenarnya tinggal dalam kondisi yang memprihatinkan.

Ia menilai bahwa hunian di rusunawa harus dikelola dengan baik agar tetap manusiawi.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.