Akurat.co, Jogja - Kasus influenza tipe A di beberapa daerah termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta dalam beberapa hari terakhir cenderung meningkat. Memiliki gejala mirip flu biasa, influenza tipe A dapat menimbulkan gejala lebih berat dan berpotensi mengganggu aktivitas harian.
Hal tersebut disampaikan oleh dosen Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM dr Widya Wasityastuti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/11/2025).
Berdasarkan pengamatannya, terjadi peningkatan jumlah pasien dengan keluhan batuk, pilek, demam dan nyeri sendi sejak pertengahan September hingga Oktober 2025.
“Influenza Tipe A ini mempunyai karakteristik dapat menimbulkan gejala yang ringan hingga berat,” jelasnya.
Baca Juga: Sejumlah Langkah Strategis Dilakukan Pemkab Sleman Guna Pencegahan Korupsi
Lebih lanjut ia mengatakan, anak-anak, lansia dan individu dengan daya tahan tubuh rendah termasuk kelompok yang rentan terkena penyakit ini.
Influenza tipe A memiliki dua protein penting. Hemaglutinin dan neuraminidase. “Kombinasi keduanya membuat virus lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan lebih cepat menyebar ke sel-sel lain,” jelas dr. Widya.
Kedua protein ini juga mudah bermutasi, sehingga sistem imun membutuhkan waktu untuk mengenalnya. Pada kelompok rentan, infeksi yang awalnya hanya di saluran napas atas dapat menjalar ke saluran napas bawah dan memicu kondisi serius seperti pneumonia, yang ditandai sesak napas, nyeri dada dan napas berat.
Peningkatan kasus influenza tipe A disebabkan oleh beberapa faktor. Secara global, tren serupa juga terpantau. Mobilitas masyarakat yang tinggi membuat penyebaran virus berlangsung lebih cepat.
Selain itu, cuaca hujan dan kondisi pancaroba dalam beberapa minggu terakhir meningkatkan kelembaban udara, sehingga virus lebih mudah bertahan dan menyebar.
“Apalagi jelang akhir tahun, kita dituntut kenaikan kinerja yang terkadang membuat istirahat berkurang atau makan tidak teratur,” ungkapnya.
Apabila gejala mulai dirasakan, sekalipun masih ringan, langkah sederhana seperti mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup dan menghindari aktivitas fisik berat perlu segera dilakukan.
Jika keluhan tidak membaik dalam lebih dari tiga hari, terlebih bila disertai tanda bahaya, maka penting untuk mencari bantuan tenaga kesehatan.
Pemeriksaan medis akan membantu memastikan apakah kondisi masih dapat ditangani di rumah atau justru membutuhkan perawatan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.
Sebagai upaya pencegahan, dr Widya menegaskan pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Termasuk menggunakan masker di keramaian, mencuci tangan, menjaga gizi dan istirahat cukup.
Baca Juga: Kemendagri Minta Pemda Kendalikan Harga Pangan untuk Tekan Inflasi, DIY Relatif Terjaga
Vaksinasi juga menjadi langkah pencegahan penting. Karena virus influenza terus mengalami perubahan, vaksin perlu diberikan secara berulang setiap tahun agar isinya selalu sesuai dengan tipe virus yang sedang beredar.
Vaksinasi ini menjadi pelengkap dari berbagai langkah pencegahan lain seperti penerapan PHBS, menjaga kebersihan, serta memastikan tubuh tetap dalam kondisi sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dispar Bantul Gelar Pameran Layang-Layang 'Akasa Cangkring' di Pantai Cangkring
- 2Lewat Program Masdaku, Diskop UKM Sleman Dorong 111 Ribu UMKM Go Digital
- 3Satu Tahun Wajah Baru Pasar Godean: Ada Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis!
- 4KPU dan Bawaslu Sleman Sinkronisasi Data Pemilih Triwulan III 2026
- 5UAJY Gelar International Cross Cultural Day 2026 di Yogyakarta, Pertemukan Budaya Berbagai Negara
- 6Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 7Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 Resmi Bergulir, Diikuti 8 Tim
- 8Kontingen Bantul Raih Juara Umum PORPRISA DIY 2026
- 9Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar
- 10UGM Kembangkan Gula Semut Kulon Progo jadi Produk Ekspor






