Jogja

Ini Penyebab Jumlah Pengrajin Kuningan di Godean Sleman Terus Menurun

Yudi Permana | 30 November 2025, 11:55 WIB
Ini Penyebab Jumlah Pengrajin Kuningan di Godean Sleman Terus Menurun

Akurat.co, Jogja - Padukuhan Ngawen Sidokarto Godean pernah disebut sebagai salah satu sentra kerajinan kuningan di Kabupaten Sleman.
 
Namun saat ini, yang tetap bertahan hanya dua orang saja.
 
Mulyadi salah satunya. Pria berusia 60 tahun ini masih tetap bertahan dengan usahanya sejak 1988 lalu.
 
Ia menjadi generasi ketiga setelah kakek dan ayahnya yang memang terlebih dahulu jadi pengrajin kuningan.
 

"Kalau dulu ada 20an pengrajin di sini. Sekarang tersisa dua orang saja. Saya dan Pak Munawir," katanya, Sabtu (29/11/2025).

Menurutnya, tahun 2000an menjadi masa kejayaan industri kerajinan kuningan. Barang yang paling banyak dipesan adalah klintingan.
 
Sebuah lonceng kecil yang terbuat dari logam seperti kuningan, yang digunakan untuk mengeluarkan suara.

Sejak tahun itu sampai sekarang, permintaannya terus menurun. Kalau dihitung, hanya menyisakan setengah saja.
 
Pandemi Covid-19 juga membuat permintaan semakin berkurang.
 

"Bisa jadi juga karena banyak pengrajin serupa. Jadi lebih ke persaingan bisnis," ujarnya.

Sehari-hari, Mulyadi mengerjakan pesanan bersama istri dan anaknya. Meski terbilang lesu, ia tetap berupaya melestarikan keahlian yang sudah diwariskan tiga generasi.

Untuk proses penjualan sekarang sudah lewat online atau berdasarkan pesanan. Kalau dulu mengandalkan pengepul.

Untuk kapasitas produksi saat ini sekitar 50 kodi per minggu untuk ukuran kecil, dengan harga jual satu kodi sekitar Rp 75.000.

Kerajinan cor kuningan di Ngawen sudah menjadi tradisi turun-temurun, berawal dari inisiatif warga untuk mencari kesibukan agar tidak menganggur.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.