Jogja

Sektor Pertanian, Peternakan, hingga Pariwisata Rentan Terdampak Siklon Tropis

M. Mubin Wibawa | 20 Desember 2025, 15:05 WIB
Sektor Pertanian, Peternakan, hingga Pariwisata Rentan Terdampak Siklon Tropis

Akurat.co,Jogja-Sektor pertanian dan peternakan rentan terdampak siklon tropis.

Curah hujan ekstrem dan angin kencang berpotensi menyebabkan kerusakan tanaman, gagal panen, hingga kehilangan hasil produksi.

Hal ini diungkap Pakar Ekonomi Islam dan Pembangunan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dyah Titis Kusuma Wardani.

Dyah menyebut sektor pertanian sebagai salah satu sektor yang paling terdampak oleh siklon tropis.

Baca Juga: 3 Varietas Pertanian Kulon Progo Dapat Sertifikat Badan Riset dan Inovasi Nasional

Curah hujan ekstrem dan angin kencang berpotensi menyebabkan kerusakan tanaman, gagal panen, hingga kehilangan hasil produksi.

Dampak tersebut secara langsung menekan pendapatan petani dan mengancam ketahanan pangan di tingkat lokal maupun regional.

Selain pertanian, sektor perikanan juga berada pada posisi yang sangat rentan.

Kerusakan sarana dan prasarana perikanan, hilangnya alat tangkap, serta terganggunya aktivitas melaut membuat nelayan kehilangan sumber penghidupan dalam waktu yang tidak singkat.

“Pada sektor perikanan, dampaknya bisa berlangsung cukup lama. Nelayan tidak dapat langsung kembali melaut karena alat dan infrastruktur yang rusak.

Kondisi ini turut memengaruhi pasokan hasil laut dan stabilitas ekonomi masyarakat pesisir,” ungkap Dyah.

Ia menambahkan, sektor pariwisata juga terdampak signifikan akibat menurunnya jumlah kunjungan wisatawan, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan.

Baca Juga: Provinsi DIY Butuh 5 Embung Lagi untuk Dukung Pertanian yang Kesulitan Air

Penurunan tersebut berdampak langsung pada pendapatan pelaku usaha lokal serta tenaga kerja yang bergantung pada sektor pariwisata.

Lebih lanjut, Dyah menyoroti kerusakan infrastruktur sebagai faktor kunci yang memperparah dampak ekonomi akibat siklon tropis.

Kerusakan jalan, jembatan, dan fasilitas publik menyebabkan distribusi barang terhambat dan biaya logistik meningkat.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.