Catat! Ini 10 Titik Parkir Kota Yogyakarta yang Sudah Terima Pembayaran dengan Qris

Akurat.co, Jogja-Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menerapkan pembayaran parkir dengan sistem Quick Response Code Indonesian Standard (Qris).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho menjelaskan, Qris tepi jalan umum menjadi upaya untuk membiasakan pembayaran yang pasti serta meminimalisir potensi ketidaksesuaian tarif.
Menurut Agus, Qris statis yang dikembangkan bersama TP2DD Kota Yogyakarta memudahkan masyarakat, karena pengguna tinggal pindai kode, nanti sudah otomatis muncul tarifnya.
"Kami sudah diskusi dan sosialisasi kepada teman-teman juru parkir, termasuk pola akuntansi bagaimana uang yang masuk ke mereka lebih cepat, kebiasaannya membawa uang harian, mereka akan terima paling tidak seminggu,” jelasnya.
Baca Juga: Bye,bye Tarif Nuthuk, Warga Kota Yogyakarta Kini Bisa Bayar Parkir dengan Qris
Agus menjelaskan, pihaknya sudah memasang tarif parkir kendaraan sesuai kawasannya, baik itu I, II, maupun III.
"Ditambah ada QRIS ini artinya kan sudah tidak perlu berdebat lagi, tarif sudah jelas sesuai kawasan dan jenis kendaraan.
Ini kita lalui dari diskusi panjang, mengajak dan membangun kebiasaan baru untuk kita semua, pemerintah dan masyarakat baik itu pengguna ataupun juru parkir,” terangnya dikutip dari jogjakota.go.id.
10 titik parkir percobaan
Pihaknya menambahkan, ada 10 titik parkir yang menjadi proses awal pemberlakuan Qris.
Yakni parkir di Jalan Prof Yohanes, Urip Sumoharjo, Diponegoro, Brigjend Katamso, Mataram, Laksda Adisutjipto, KH Ahmad Dahlan, Limaran, TKP Senopati dan Ngabean.
Ke-10 titik itu sebagai awal bola salju komitmen semua pihak, untuk memastikan uang yang dibayarkan masyarakat kepada kas daerah akan kembali ke daerah dan mereka yang berhak.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, Qris untuk layanan parkir merupakan upaya pengembangan layanan publik berbasis digital yang lebih cepat, aman dan transparan.
Tidak hanya meningkatkan kenyamanan bagi masyarakat, tapi juga mendukung efisiensi pengelolaan retribusi daerah, mengurangi potensi kebocoran penerimaan.
Baca Juga: Pemkot Jogja Ajak Anak-anak Liburan di Perpustakaan, Bikin Wayang Kertas hingga Mendongeng
"Praktik digitalisasi ini kita terapkan pada semua aspek kehidupan, salah satu yang kita dorong melalui Qris parkir tepi jalan umum.
Dimulai dari hal sederhana ya, ini juga menjawab masalah yang selama ini jadi keluhan warga, karena kadang masih ada parkir yang tarifnya nuthuk atau tidak wajar,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dispar Bantul Gelar Pameran Layang-Layang 'Akasa Cangkring' di Pantai Cangkring
- 2Lewat Program Masdaku, Diskop UKM Sleman Dorong 111 Ribu UMKM Go Digital
- 3Satu Tahun Wajah Baru Pasar Godean: Ada Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis!
- 4KPU dan Bawaslu Sleman Sinkronisasi Data Pemilih Triwulan III 2026
- 5UAJY Gelar International Cross Cultural Day 2026 di Yogyakarta, Pertemukan Budaya Berbagai Negara
- 6Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 7Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 Resmi Bergulir, Diikuti 8 Tim
- 8Kontingen Bantul Raih Juara Umum PORPRISA DIY 2026
- 9Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar
- 10UGM Kembangkan Gula Semut Kulon Progo jadi Produk Ekspor






