Siaga Hadapi Gempabumi, BMKG DIY Gelar Sekolah Lapang

Akurat.co, Jogja – Stasiun Geofisika Kelas I Sleman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY menggelar Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) tsunami wilayah Kulonprogo, Selasa (23/09/2025).
Sekolah lapang ini digelar karena Kabupaten Kulonprogo DIY jadi salah satu daerah yang rawan gempabumi dan tsunami.
Potensi tersebut muncul, karena adanya Zona Megathrust akibat aktivitas Subduksi di Selatan Pulau Jawa.
Selain itu, keberadaan Sesar Aktif juga menjadi sumber gempabumi di darat, yaitu Sesar Opak yang berada di Sisi Timur Wilayah DIY.
Baca Juga: Di Luar Prediksi BMKG, Tak Bisa Rakit Kipas Mahasiswa di Jogja Minta Tolong Petugas Damkar
Sejarah mencatat Gempabumi Yogyakarta 2006 lalu dengan kekuatan 6,3 (Mw) dan kedalaman 10 km, merupakan gempabumi merusak dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.
Gempa yang bersumber dari Sesar Opak tersebut mengakibatkan lebih dari 6.000 korban jiwa dan ribuan bangunan mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Selain itu, gempabumi yang diikuti tsunami pernah melanda wilayah Pesisir Selatan Pulau Jawa. Tepatnya di lepas pantai Selatan Jawa Barat pada tahun 2006 dan dikenal dengan Gempabumi Pangandaran.
Gempabumi tersebut terjadi pada tanggal 17 Juli 2006 dengan kekuatan 7,7 (Mw) dan menimbulkan tsunami pada sebagian besar wilayah pesisir selatan Pulau Jawa sepanjang 500 km.
Gempabumi ini menyebabkan tsunami setinggi 10-21 meter di Pulau Nusakambangan dan 5-7 meter di pesisir Selatan Pulau Jawa yang menghancurkan rumah dan infrastruktur serta menewaskan setidaknya 668 jiwa. Tsunami tersebut juga tercatat hingga Pantai Krakal di DIY.
Baca Juga: 20 Tahun Gempa Jogja, 600 Lebih Pakar Kebencanaan Indonesia Bakal Kumpul di Kota Gudeg, Bahas Apa?
"Peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting akan perlunya kesiapsiagaan yang berkelanjutan. Wilayah Kabupaten Kulonprogo sebagai bagian wilayah DIY memiliki seismisitas yang cukup aktif," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Sleman BMKG DIY Ardhianto Septiadhi.
SLG di Kabupaten Kulonprogo, yang diikuti 55 peserta dari beberapa sektor. Seperti BPBD Kulonprogo, Polres, Kodim, Dinas Kesehatan, Panewu dan Lurah, FPRB, Relawan Siaga Bencana, Sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan Tsunami, PMI, SAR serta media lokal.
Kegiatan ini meliputi sesi paparan dan diskusi mengenai Potensi Kegempaan dan Tsunami di wilayah DIY (PGR7 Yogyakarta), Sistem dan Produk Peringatan Dini Tsunami BMKG, Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana, serta peran media dan masyarakat dalam mewujudkan Komunitas Siaga Tsunami (Tsunami Ready Community) yang dicanangkan oleh IOC–UNESCO.
Di DIY saat ini terdapat tujuh kalurahan/kelurahan yang mendapat predikat Masyarakat Siaga Tsunami atau Tsunami Ready Community dari IOC-UNESCO.
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan serta pemasangan rambu arah evakuasi tsunami di beberapa titik strategis di wilayah Glagah, bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.
Baca Juga: DPRD DIY Desak Pemda Optimalkan Anggaran dan Sarana Prasarana Penanggulangan Bencana
"Kegiatan ini jadi salah satu upaya kami untuk memperkuat kapasitas dan koordinasi lintas sektor, serta menanamkan budaya siaga bencana kepada masyarakat," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Kulonprogo Yogyakarta, khususnya yang berada di wilayah pesisir memiliki pemahaman dan respons yang tepat saat bencana gempabumi dan tsunami terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Hyundai STARGAZER Cartenz Resmi Meluncur, Ini Fitur Unggulannya untuk Liburan di Jogja
- 2DPRD DIY Minta Menkeu Batalkan Pemangkasan Dana Transfer Daerah
- 3392 Maba UP45 dapat Pembekalan Bela Negara
- 4DPRD DIY Berharap Menteri Keuangan Baru Pertimbangkan Pemangkasan Anggaran Daerah
- 5Pemkot Jogja Tertibkan 4 Reklame Besar Ilegal
- 6Jelang Derby, Kelompok Suporter PSIM dan PSS Sepakat Menjaga Keamanan
- 7Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 82 Atlet Tembak Asal Gunungkidul Perkuat Kontingen Indonesia di Asian Games ke-20
- 9Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 105 Fakta Penting Dugaan Pungli di Alkid Jogja yang Diungkap Pemilik Bolosego, Keraton hingga Polisi Buka Suara







