Jogja

6 Langkah Penting Pemkot Jogja Cegah Potensi Keracunan Menu MBG, Wali Kota Bentuk Tim Khusus

M. Mubin Wibawa | 1 Oktober 2025, 07:05 WIB
6 Langkah Penting Pemkot Jogja Cegah Potensi Keracunan Menu MBG, Wali Kota Bentuk Tim Khusus

Akurat.co,Jogja-Pemerintah Kota Jogja responsif menanggapi kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memerintahkan langsung jajarannya untuk ikut mengawasi program tersebut.

Hal tersebut untuk memastikan menu makanan di MBG layak dan aman dikonsumsi.

Apa saja langkah-langkah yang dilakukan?

Baca Juga: Sri Sultan HB X Minta Tak Ada Lagi Keracunan MBG di Yogya

1. Membentuk tim khusus

Hasto Wardoyo mengatakan Pemkot Yogyakarta telah membentuk tim melibatkan antara lain Sekda dan asisten yang mengawal program MBG.

Meskipun bukan menjadi penentu kebijakan MBG, tapi Pemkot Yogyakarta mengawal pelaksanaan program itu.

2. Dinkes Kota Yogyakarta melaksanakan pelatihan keamanan pangan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menyatakan telah menyelenggarakan pelatihan keamanan pangan bagi penanggung jawab dan penjamah pangan SPPG di Kota Yogyakarta.

3. Pengawasan eksternal

Pengawasan eksternal juga telah dilaksanakan pada SPPG yang saat ini beroperasional wilayah kota Yogyakarta seperti Kemantren Umbulharjo, Mergangsan, Mantrijeron, Tegalrejo, Kotagede, Ngampilan dan Wirobrajan.

"Pengawasan eksternal dengan kegiatan inspeksi kesehatan lingkungan oleh tenaga sanitasi lingkungan Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat pada sarana, disertai pengujian kualitas udara, bahan tambahan pangan serta pengujian kualitas air," ungkap Emma.

Baca Juga: Sambil Bawa Alat Masak, Ibu-ibu di Jogja Turun ke Jalan, Minta Presiden Prabowo Hentikan MBG

4. SPPG diwajibkan memiliki sertifikat sanitasi dan higienis

Selain itu SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) sehingga dapat menjalankan semua proses pengolahan pangan siap saji sesuai standar operasional prosedur.

"Dengan pemantauan sejak persiapan sarana prasarana, pemilihan bahan, proses pengolahan, pemorsian dan distribusi sesuai prinsip higiene sanitasi pangan, diharapkan pangan olahan siap saji yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi,” terang Emma

5. Dinas Pertanian lakukan pengawasan pangan

Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta juga turun melakukan pengawasan keamanan pangan secara rutin di dapur MBG yang ada di Kota Yogyakarta.

Kepala DPP Kota Yogyakarta Sukidi menyampaikan instansi yang dipimpinnya melakukan koordinasi bersama pengelola Dapur MBG.

Baca Juga: Pemda Harus jadi Garda Terdepan Hadapi Krisis MBG, Komisi D DPRD DIY Dorong Adanya Evaluasi

"Pengawasan pada pangan segar yang berasal dari tumbuhan, hewan dan hasil perikanan serta pangan olahan melalui uji organoleptik seperti rasa, bau, warna, dan tekstur.
Pengawasan keamanan pangan itu dilakukan setiap hari," ungkap Sukidi.

6. Pengawasan sarana prasarana

Ketua Tim Kerja Pengawasan Mutu Pangan DPP Kota Yogyakarta Yuanita Ari Astuti menambahkan pengawasan bahan baku di SPPG antara lain asalnya dari mana dan kapan datang.

DPP Kota Yogyakarta juga melakukan pengawasan terkait higiene sanita" di sarana prasarana, lingkungan dan sumber daya manusia/petugas di SPPG.

Misalnya petugas harus menggunakan sarung tangan.

Dia menyebut kini ada 14 SPPG di wilayah Kota Yogyakarta.

"Kami juga melakukan sosialisasi dan edukasi. Misalnya penanganan untuk bahan pangan segar," katanya.

Selain itu juga penanganan pangan saat pemorsian dan edukasi agar SPPG memasak makanan secara bertahap menyesuaikan menu MBG akan dimakan jam berapa.

Contoh permintaan dari sekolah TK dan SD, biasanya MBG diserahkan saat jam istirahat pagi.

Untuk SMA sekolah memberikan di istirahat jam kedua sehingga harus dimasak bertahap untuk mencegah potensi basi.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.