Peringatan Hari Santri, DPRD DIY Desak Pemda Segera Laksanakan Perda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren

Akurat.co, Jogja - Berbagai kegiatan dilakukan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober.
Momentum peringatan Hari Santri diharapkan tidak sebatas berupa apel atau upacara yang digelar instansi pemerintah maupun lembaga pendidikan saja.
Namun harus lebih dari itu. Apalagi di DIY saat ini sudah memiliki Perda Fasilitas Penyelenggaraan Pesantren.
Sudah ada sejak 2022 lalu, ternyata hingga saat ini Pemda DIY belum sepenuhnya mengimplementasi isi dari Perda tersebut.
Dalam Pasal 3 menegaskan lima hal tujuan penyelenggaraan pesantren di DIY. Pertama, Pemda dan Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren untuk pertama membina dan mengembangkan peran Pesantren secara optimal dalam pembangunan Daerah.
Kedua, memperkuat peran Pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
Ketiga, mewujudkan Pesantren yang mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan. Keempat, mendorong kemandirian dan kemampuan ekonomi Pesantren. Kelima meningkatkan kualitas sarana, prasarana dan sumber daya manusia pesantren.
"Santri memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa dan menjaga kedaulatan negara di tengah tantangan membentuk jati diri bangsa dalam peradaban dunia," kata Wakil Ketua Pansus Penyelenggaraan Pesantren DIY Eko Suwanto, Rabu (22/10/2025).
Diungkapkannya, santri masa kini tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga aktif dalam pembangunan masyarakat, penguatan karakter, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di Kabupaten Sleman, peringatan Hari Santri Nasional 2025 dipusatkan di Lapangan Pemda. Upacara diikuti 990 santri dari 33 pondok pesantren se-Kabupaten Sleman.
Baca Juga: Memajukan Pesantren, Ratusan Pimpinan Pesantren Ikuti Konferensi Regional
Bertindak sebagai inspektur upacara yakni Bupati Sleman, Harda Kiswaya.
Dalam amanatnya Harda menyampaikan, peringatan Hari Santri ini merupakan momentum penting untuk mengenang dan meneladani perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Semangat juang yang dimiliki para santri pada masa itu masih sangat relevan untuk kita teladani pada masa kini. Dulu para santri berjuang melawan penjajah tetapi saat ini santri harus mampu menaklukkan tantangan zaman,” kata Harda.
Upacara Hari Santri diakhiri dengan kirab atau karnaval oleh santri dari berbagai pondok pesantren yang ada di Sleman.
Santri menampilkan berbagai kesenian dan kreativitas masing-masing. Kirab dimulai dari lapangan Pemda Sleman, lalu ke jalan KRT. Pringgodiningrat, kemudian kembali finish di lapangan Pemda Sleman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dispar Bantul Gelar Pameran Layang-Layang 'Akasa Cangkring' di Pantai Cangkring
- 2Lewat Program Masdaku, Diskop UKM Sleman Dorong 111 Ribu UMKM Go Digital
- 3Satu Tahun Wajah Baru Pasar Godean: Ada Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis!
- 4KPU dan Bawaslu Sleman Sinkronisasi Data Pemilih Triwulan III 2026
- 5UAJY Gelar International Cross Cultural Day 2026 di Yogyakarta, Pertemukan Budaya Berbagai Negara
- 6Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 7Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 Resmi Bergulir, Diikuti 8 Tim
- 8Kontingen Bantul Raih Juara Umum PORPRISA DIY 2026
- 9Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar
- 10UGM Kembangkan Gula Semut Kulon Progo jadi Produk Ekspor








