Anak Muda Pada Kena Jantung hingga Diabetes, Pemda DIY Ingatkan Gerakan Hidup Sehat

Akurat.co,Jogja-Saat ini penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabates, dan jantung tak hanya terjadi pada orangtua.
Anak-anak muda juga sudah mulai terjangkit. Jumlahnya pun terus meningkat.
“Mungkin dulu penyakit jantung, diabetes itu diidap oleh usia-usia mungkin 30-40-an ke atas ya. Sekarang kan anak-anak muda (juga), ya kembali ke life style lagi. Itu kan gaya hidup," kata Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti.
Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 DIY yang digelar di Halaman Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu (12/11).
"Orang suka ngopi. Nah, kita enggak menyalahkan aktivitas ekonomi ya, ada cafe begitu banyak. Tinggal bagaimana kemudian masyarakat, khususnya generasi muda ini dia mengatur hidupnya,” imbuh Ni Made.
Baca Juga: Festival Sehat Ceria si Kecil, Menuju Generasi Maju Bebas Stunting
Ni Made menyontohkan, misalnya ketika ingin mengonsumsi kopi, maka sebaiknya diketahui dalam sehari berapa jumlah maksimal yang diperbolehkan berdasarkan kacamata medis. Kemudian, penggunaan gula juga harus dicermati.
“Bukan berarti enggak boleh pakai gula ya, tetapi bisa mengukur, dan itu sudah ada panduannya.
Saya kira ini juga perlu dikampanyekan semuanya, bagaimana kemudian gaya hidup yang sehat itu menjadi modal dasar kita untuk bisa hidup dengan baik ke depan, bisa berkontribusi yang baik juga untuk bangsa dan negara,” kata Ni Made.
Ni Made menuturkan, di sisi lain, perubahan iklim dan mobilitas global membawa risiko baru, yaitu munculnya penyakit-penyakit menular lintas wilayah dan degradasi lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
Maka, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan penguatan sistem layanan menjadi keharusan.
“Mereka bukan hanya penyembuh, tetapi juga pendidik dan penggerak masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya kesehatan dan lingkungan yang lestari,” ucap Ni Made.
Dalam kesempatan ini, Ni Made pun mengajak segenap pihak untuk menjadikan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor, mengintegrasikan aspek promotif, preventif, dan kuratif dalam satu kesatuan sistem yang tangguh.
Baca Juga: Sleman Optimistis Raih Penghargaan Kabupaten Sehat, Apa yang Bikin Percaya Diri?
Sementara itu, Kepada Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi menyampaikan, Generasi Sehat, Masa Depan Hebat diwujudkan melalui akselerasi program prioritas, yaitu Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Melalui tema ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya upaya preventif dan gaya hidup sehat sebagai upaya menjaga kesehatan individu dan komunitas.
“Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam kegiatan promotif dan preventif melalui CKG,” papar Anung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Hyundai STARGAZER Cartenz Resmi Meluncur, Ini Fitur Unggulannya untuk Liburan di Jogja
- 2DPRD DIY Minta Menkeu Batalkan Pemangkasan Dana Transfer Daerah
- 3392 Maba UP45 dapat Pembekalan Bela Negara
- 4DPRD DIY Berharap Menteri Keuangan Baru Pertimbangkan Pemangkasan Anggaran Daerah
- 5Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 6Pemkot Jogja Tertibkan 4 Reklame Besar Ilegal
- 7Jelang Derby, Kelompok Suporter PSIM dan PSS Sepakat Menjaga Keamanan
- 82 Atlet Tembak Asal Gunungkidul Perkuat Kontingen Indonesia di Asian Games ke-20
- 9Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 105 Fakta Penting Dugaan Pungli di Alkid Jogja yang Diungkap Pemilik Bolosego, Keraton hingga Polisi Buka Suara






