PMI Sleman, Libur Nataru dan Ramadan Berdekatan Jadi Masa Kritis Stok Darah

Akurat.co, Jogja - Tahun ini masa libur Nataru dan Ramadan kurang dari dua bulan. Dekatnya jarak tersebut, ternyata menjadi catatan tersendiri bagi Palang Merah Indonesia (PMI).
Salah satunya terkait kepastian ketersediaan stok darah yang disebutkan oleh PMI sebagai masa krisis.
Menurut Ketua PMI Sleman Mafilindati Nuraini, saat akhir tahun minat masyarakat untuk donor darah biasanya akan turun. Lantaran mereka fokus dengan kegiatan mobilitas dan liburan.
Hal yang sama juga terjadi saat bulan puasa atau Ramadan. Dimana mayoritas masyarakat menjalani ibadah.
Baca Juga: 2 Pasar Tradisional di Sleman Rusak Akibat Hujan Deras, Disperindag Gerak Cepat
"Akhir tahun dan menjelang lebaran jadi bulan krisis ketersediaan stok darah. Ini memang menjadi perhatian kita bersama," katanya, Sabtu (03/01/2026).
Padahal, pada hari-hari biasa PMI Sleman masih harus mencari stok darah dari luar daerah. Tidak terbatas luar Sleman saja.
"Sampai luar DIY. Misalnya ke Magelang, Purworejo, Solo, hingga Semarang. Karena stok darah itu idealnya dua persen dari jumlah penduduk. Sementara yang tersedia baru sekitar 1,5 persennya," jelasnya.
Setiap bulannya, PMI Sleman masih mendatangkan sekitar seribu kantong dari luar daerah.
Baca Juga: Puncak Arus Balik Nataru, KAI Daop 6 Yogyakarta Berangkatkan 36.723 Penumpang
Sejumlah upaya telah dilakukan PMI Sleman guna memenuhi ketersediaan stok darah. Mulai dari sosialisasi maupun menarik minat masyarakat untuk donor darah.
Termasuk menggencarkan konten di media sosial, pengundian hadiah, sampai fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis. Hingga mengajak komunitas masjid dan gereja utamanya saat Ramadan.
"Kami terus berinovasi mencari para donatur baru sekaligus menjaga donatur lama tetap berlanjut donor secara periodik," katanya.
Di satu sisi, kebutuhan darah saat ini terus meningkat. Salah satu penyebabnya, karena saat ini penyakit juga semakin beragam.
Baca Juga: Nataru, Pengguna Commuter Line Lebih Dari 580 Ribu
Termasuk teknologi kesehatan makin canggih. Jadi, dalam proses deteksi dini kerap kali sudah diperlukan donor darah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Hyundai STARGAZER Cartenz Resmi Meluncur, Ini Fitur Unggulannya untuk Liburan di Jogja
- 2DPRD DIY Minta Menkeu Batalkan Pemangkasan Dana Transfer Daerah
- 3392 Maba UP45 dapat Pembekalan Bela Negara
- 4DPRD DIY Berharap Menteri Keuangan Baru Pertimbangkan Pemangkasan Anggaran Daerah
- 5Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 6Pemkot Jogja Tertibkan 4 Reklame Besar Ilegal
- 7Jelang Derby, Kelompok Suporter PSIM dan PSS Sepakat Menjaga Keamanan
- 82 Atlet Tembak Asal Gunungkidul Perkuat Kontingen Indonesia di Asian Games ke-20
- 9Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 105 Fakta Penting Dugaan Pungli di Alkid Jogja yang Diungkap Pemilik Bolosego, Keraton hingga Polisi Buka Suara









