Jogja

Dinkes DIY Temukan Kasus Super Flu, Masyarakat Bisa Cegah dengan PHBS

Yudi Permana | 6 Januari 2026, 18:13 WIB
Dinkes DIY Temukan Kasus Super Flu, Masyarakat Bisa Cegah dengan PHBS

Akurat.co, Jogja - Dinas Kesehatan (Disnkes) DIY mengungkapkan satu kasus Super Flu.

Beberapa waktu terakhir, wabah 'super flu' tengah menjadi perhatian dunia karena adanya lonjakan di beberapa negara. Hal ini disebabkan varian baru influenza A yakni H3N2, yang dikenal sebagai subclade K.

Di DIY kasus Super Flu ditemukan di Kabupaten Sleman pada bayi dibawah satu tahun. Pasien sempat menjalani rawat inap di rumah sakit.

"Ada satu kasus di Sleman. Tapi domisilinya di Kota Yogyakarta. Sekarang sudah sembuh. Karena baru terkonfirmasi September 2025 lalu," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Ari Kurniawati, Selasa (06/01/2026).

Baca Juga: 3 Juta Kendaraan Masuk DIY Selama Nataru, Transportasi Jogja Harus Segera Berbenah

Gejala yang muncul berupa demam dan gangguan pernapasan. Dan berdasarkan data dari fasilitas kesehatan terjadi lonjakan kasus infeksi pernafasan pada periode September–Oktober 2025 lalu.

"Termasuk banyak anak yang menjalani rawat inap akibat pneumonia," ungkapnya.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Hal ini mengingat karakter kasus yang ditemukan relatif ringan. Meski demikian, masyarakat tetap harus waspada dan melakukan pencegahan. Salah satunya dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Termasuk memakai masker jika flu, cuci tangan pakai sabun dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca Juga: Perawatan Pribadi dan Jasa jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi DIY 2025

Ari menambahkan, selama periode libur Natal dan Tahun Baru, pemantauan juga tetap dilakukan. Dan sejauh ini tidak ada laporan yang mengarah pada super flu.

"Pemantauan kita melalui dua sistem tadi tetap berjalan, termasuk saat Nataru. Setiap minggu ada analisa internal untuk kewaspadaan. Tetapi yang mengarah ke super flu sejauh ini belum ada laporan lagi," ungkapnya.

Terkait baru terungkapkan kasus Super Flu tersebut, dijelaskan Ari karena proses pemeriksaan laboratorium yang membutuhkan waktu.

"Jadi memang kita baru tahu sekarang. Tetapi secara klinis pasiennya sudah tertangani," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.