Jogja

Harga Naik Jelang Ramadan, Komisi B DPRD DIY Desak Pemda Gerak Cepat

Atiek Widyastuti | 11 Februari 2026, 14:15 WIB
Harga Naik Jelang Ramadan, Komisi B DPRD DIY Desak Pemda Gerak Cepat

Akurat.co, Jogja - Jelang Ramadan, sejumlah harga kebutuhan pokok di masyarakat mulai naik. 

Kenaikan harga ini berimbas pada turunnya daya beli masyarakat. Terutama pada kelompok yang berpenghasilan rendah.

Untuk itu harus segera diantisipasi dan dikoordinasikan lintas sektor.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari dalam jumpa pers di loby DPRD DIY, Rabu (11/02/2028).

Baca Juga: Polemik 11 Juta Penerima PBI-JKN Nonaktif, Pakar UGM: Buruknya Komunikasi Pemerintah

Ia mendesak pada Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk gerak cepat merespon kenaikan harga jelang Ramadan. Koordinasi lintas sektor juga bisa dilakukan.

"Kenaikan harga ini berpotensi menekan daya beli masyarakat. Terutama kelompok berpenghasilan rendah," katanya.

Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, kenaikan sejumlah bahan pokok terjadi di sejumlah komoditi.

Seperti telor saat ini menembus Rp 30 ribu/kg. Cabai rawit juga tembus Rp 90 ribu/kg. Ayam diantara Rp 38 ribu/kg hingga Rp 40 ribu/kg. Dan untuk sayur-sayuran hijau juga naik sekitar Rp 500.

Baca Juga: Peringatan Hari Pers Nasional, Wabup Bantul: Komunikasi Harus Dibangun dengan Kejujuran

Ini menunjukkan kecenderungan peningkatan harga di pasar tradisional maupun modern.

"Kondisi ini perlu menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas harga dan ketersediaan pasokan tetap terjaga selama Ramadhan hingga Idul Fitri," ungkapnya.

Andriana Wulandari menegaskan, pemerintah daerah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus segera mengambil langkah konkret, antara lain penguatan operasi pasar dan stabilisasi harga bahan pokok.

Pengawasan ketat rantai distribusi untuk mencegah penimbunan dan spekulasi dan berkoordinasi lintas OPD. 

Termasuk dengan Bulog agar pasokan tetap terjaga selama Ramadan.

Baca Juga: Bertahun-tahun Alami Kekeringan, Warga Jatimulyo Bantul Kini Miliki Sumber Air Bersih

“Momentum Ramadan seharusnya tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, transparansi informasi harga dan stok pangan kepada publik perlu diperkuat agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu gejolak harga di pasar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.