Mahasiswa Di Jogja Kejar Penjambret, Berbuah Penghargaan

Akurat.co, Jogja - Aksi berani mahasiswa di Yogyakarta yang mengejar penjambret ponsel miliknya, berbuah penghargaan.
Adalah Evi Adi’da Agustin dan Yunda. Keduanya adalah mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Yogyakarta. Penghargaan juga diberikan kepada dua warga di sekitar tempat kejadian yang turut mengamankan pelaku sebelum akhirnya diserahkan ke polisi.
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia mengatakan, penghargaan diberikan sebagai bentuk dukungan atas keberanian korban dan warga yang membantu mengamankan pelaku kejahatan jalanan di Kota Yogyakarta.
Peristiwa penjambretan tersebut bermula ketika Eviana dipepet pelaku di Jalan Menteri Supeno Umbulharjo Yogyakarta. Pelaku lalu mengambil ponsel milik korban yang ditaruh di dashboard motor. Mengetahui hal itu, korban langsung mengejar korban hingga sekitar Pakel atau berjarak sekitar 300 meter dari tempat kejadian.
Baca Juga: Kasus Suami Korban Jambret Dijadikan Tersangka Berujung Damai, Gelang GPS Dilepas
“Pelaku mengambil handphone korban lalu kabur. Korban bersama temannya mengejar sampai akhirnya pelaku terjatuh dan dibantu warga sekitar untuk diamankan,” ujar Kombes Pol Eva usai memberikan penghargaan di Polresta Yogyakarta, Rabu (11/02/2026).
Menurut Kapolresta Yogyakarta, respons cepat korban dan warga sangat membantu kepolisian dalam mencegah tindak kejahatan jalanan. Untuk itu sebagai bentuk apresiasi, kepolisian memberikan piagam penghargaan dan tali asih terhadap korban dan warga.
Sementara itu, Eviana mengaku tindakannya murni spontan karena ponsel yang dirampas berisi data penting untuk kuliah. “Itu refleks saja. Soalnya handphone itu barang penting. Ada file kuliah juga,” kata Eviana.
Ia berharap insiden jambret tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tetap waspada, sekaligus tidak takut membela diri ketika menjadi korban kejahatan.
Perempuan kelahiran Kendal, Jawa Tengah ini mengaku sempat khawatir usai ramai pemberitaan tentang dirinya. Apalagi banyak komentar di media sosial yang mengaitkan tentang kasus Hogi Minaya beberapa waktu lalu.
“Setelah berita ini menyebar luas, banyak komentar yang masuk membuat saya jadi agak overthinking,” ungkapnya.
Fandy Yulianto, salah satu warga yang membantu, menuturkan pelaku terjatuh tepat di hadapannya setelah sepeda motor yang dikendarai ditabrak korban.
Pengejaran berlangsung sekitar 300 meter. Awalnya pelaku sempat mengelak, namun akhirnya mengakui perbuatannya ketika warga mulai berdatangan. “Yang pertama nggak ngaku. Kita desak sebentar, warga berdatangan, baru dia ngaku,” jelas Fandy.
Menurut Fandy, pelaku tidak sempat melakukan perlawanan dan hanya berusaha melarikan diri karena kelelahan. Ia mengaku berupaya menenangkan warga agar tidak terjadi tindakan main hakim sendiri.
Baca Juga: Pria Tak Dikenal Lempar Bom Molotov di Pos Polisi Pingit Yogyakarta, Polresta Ambil Langkah Ini
“Saya tahan, saya amankan. Teman-teman warga saya minta jangan sampai ada pemukulan massa biar tidak kejadian seperti kasus lain yang malah berujung jadi tersangka,” ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









