58,19 Persen Pasangan Subur di Jogja Ikuti KB, IUD Jenis Kontrasepsi Favorit

Akurat.co,Jogja-Sebanyak 58,9 persen pasangan usia subur atau PUS di Kota Jogjakarta mengikuti program keluarga berencana (KB).
Kepala Bidang KB dan Pembangunan Keluarga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Herristanti, mengatakan angka tersebut menunjukkan proporsi PUS yang masih aktif menggunakan alat dan metode kontrasepsi hingga akhir tahun 2025.
Baca Juga: Pemkot Jogja Buka Layanan KB di Pasar Beringharjo
“Sepanjang 2025, tercatat 1.979 PUS menjadi akseptor KB baru. Angka ini menunjukkan partisipasi masyarakat dalam program KB terus bertambah,” ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Kamis (26/2/2026).
DP3AP2KB mencatat saat ini terdapat 36.853 PUS di Kota Jogja.
Jenis KB favorit
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masih mendominasi di Kota Yogyakarta.
Jenis yang paling banyak dipilih adalah IUD (alat kontrasepsi dalam rahim).
“Sejak dulu kalau di tingkat DIY, Kota Yogyakarta paling tinggi memang MKJP, terutama IUD,” jelas Herristanti.
Selain IUD, penggunaan implan juga mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.
Bahkan, minat terhadap Metode Operasi Pria (MOP) meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir.
Menurutnya, peningkatan ini tidak lepas dari sosialisasi berjenjang melalui kader KB di tingkat kemantren, kelurahan hingga RT, serta pemanfaatan momentum seperti Hari Keluarga Nasional, Hari Kontrasepsi Sedunia, dan Hari Ibu.
DP3AP2KB juga menghadirkan inovasi berupa insentif bagi peserta kontrasepsi mantap (MOP dan MOW) melalui dukungan Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dan APBD.
Baca Juga: Sudah Gratis, Pemkot Jogja Juga Berikan Biaya Rp1 Juta untuk Peserta KB
Program bertajuk “Sarung Tomi” (Satu Juta untuk MOP dan MOW) memberikan insentif Rp1 juta bagi peserta yang memenuhi syarat," katanya.
Khusus MOP dan MOW, reward ini kami berikan bagi warga ber-KTP dan berdomisili Kota Yogyakarta.
Meski Total Fertility Rate (TFR) Kota Yogyakarta sudah di bawah dua, program KB tetap menjadi prioritas.
Baca Juga: Pemkot Jogja Targetkan 1.430 Penerima Layanan KB di 2025
Herristanti menekankan KB bukan hanya soal menekan angka kelahiran, tetapi juga mengatur jarak kehamilan, mencegah stunting, menjaga kesehatan reproduksi ibu, hingga menurunkan risiko komplikasi jangka panjang seperti osteoporosis.
“KB bukan hanya soal jumlah anak, tetapi kualitas pengasuhan dan kesehatan ibu,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pemda DIY Gelar Lomba Desa/Kampung Wisata 2026, Berikut Daftar Pemenangnya
- 2PLN Yogya Edukasi 175 Siswa SDN di Bantul tentang Hemat Listrik
- 3PB Djarum Juara Umum Piala Raja Hamengku Buwono X 2026, Borong 21 Medali
- 4Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 5Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 Resmi Bergulir, Diikuti 8 Tim
- 6Kontingen Bantul Raih Juara Umum PORPRISA DIY 2026
- 7Meninggal di Usia 67 Tahun, Ini Kisah Hidup Den Baguse Ngarso
- 8Satu Tahun Wajah Baru Pasar Godean: Ada Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis!
- 9Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 10Kena Hukuman Tambahan Kartu Merah, Purzycki Absen Lawan Persija








