Jogja

Taman Perdana Tebu di Bantul, DIY Dukung Swasembada Gula Nasional

Haris Ma'ani | 28 Agustus 2026, 12:03 WIB
Taman Perdana Tebu di Bantul, DIY Dukung Swasembada Gula Nasional
GKR Mangkubumi saat turut menanam tebu, Kamis (27/8).

Akurat.co,Jogja-Pemda DIY mendukung penuh program swasembada gula nasional seiring tanam perdana tebu di areal pengembangan Kerja Sama Operasional (KSO) Madubaru Musim di Kebun Depok, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas areal penanaman komoditas tebu sekaligus mendukung target swasembada gula nasional.

Baca Juga: Panen Raya Bawang Merah di Bantul Hasilkan Pendapatan Rp72 M!

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan penanaman tebu merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam mendorong tercapainya swasembada gula.

"Ini menjadi program prioritas pemerintah untuk mencapai swasembada gula. Jadi konsumsi gula di Indonesia ini kan masih impor,” tutur bupati dikutip dari laman resmi Pemkab Bantul, Jumat (28/8).

Bupati menambahkan, Kabupaten Bantul memiliki sejarah panjang sebagai salah satu wilayah yang pernah menjadi lumbung gula nasional.

Jejak sejarah tersebut ditandai dengan keberadaan sejumlah pabrik gula yang telah ada sejak masa lampau.

“Apalagi Bantul ini punya jejak-jejak sejarah sebagai lumbung gula nasional pada zaman dulu. Jadi penanaman tebu kali ini bukan hal yang baru dalam tradisi tanam tebu di Kabupaten Bantul,” jelasnya.

Ia berharap, pengembangan komoditas tebu di Bumi Projotamansari dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi gula dalam negeri.

Sementara itu, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi menjelaskan bahwa areal yang digunakan dalam pengembangan tebu tersebut merupakan lahan wedi kengser yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Pengembangan dilakukan melalui kolaborasi pemanfaatan tanah Sultan Ground dengan lahan pelungguh lurah serta lokasi-lokasi milik warga setempat.

“Di lokasi ini adalah pengembangan, dan ini kan adalah wedi kengser yang tidak digunakan oleh masyarakat, kita kolaborasi dengan tanah Sultan Ground yang ada kemudian bersama-sama dengan pelungguh pak lurah dan lokasi-lokasi warga setempat,” terang GKR Mangkubumi.

Baca Juga: Keren! Siswa SLB Bina Siwi Bantul Raih Juara 1 LKSN Nasional

GKR Mangkubumi menambahkan, pengembangan areal tebu tidak berhenti di Kebun Depok.

Selanjutnya, pengembangan akan diarahkan ke wilayah Selopamioro dan terus dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang dinilai memungkinkan untuk ditanami tebu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.