Jogja

Posisi Jagabaya di Kulon Progo Kini Banyak Diisi Perempuan

Haris Ma'ani | 2 September 2026, 06:06 WIB
Posisi Jagabaya di Kulon Progo Kini Banyak Diisi Perempuan
Jagaybaya Kulon Prpgo saat mengukuti bimbingan teknis yang dimulai pada Selasa (1/9) hingga Kamis (3/9)-foto: dok.pemkab kulon progo

Akurat.co,Jogja-Posisi Jagabaya atau kepala keamanan desa di Kulon Progo kini mulai banyak diisi kandidat perempuan.

Posisi yang awalnya didominasi laki-laki kini mulai memiliki keterwakilan perempuan.

Hal tersebut mengemuka saat kegiatan bimbingan teknis yang diikuti sebanyak 87 jagabaya Kulon Progo yang dimulai Selasa (1/9) hingga Kamis (3/9).

Baca Juga: Kejari Kulon Progo Musnahkan Barang Bukti Kasus Hukum, dari Kristal Sabu sampai Miras

Tingginya keterwakilan perempuan dalam jajaran pengemban fungsi keamanan dan pertanahan desa tersebut menuai apresiasi khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo.

Kepala Dinas PMKalDalduk Kulon Progo, Jazil Ambar Was'an, menilai fenomena ini sebagai bukti inklusivitas dan kemajuan pesat dalam seleksi pamong kalurahan.

"Hebatnya, putri-putri sekarang tidak ragu tampil dan bersaing di jabatan apa pun, termasuk posisi Jagabaya.

Dalam beberapa seleksi terakhir, justru kandidat perempuan yang unggul dan akhirnya dilantik. Ini hal yang sangat luar biasa untuk Kulon Progo," ujar Jazil dikutip dari laman resmi Pemkab Kulon Progo, Rabu (2/9).

Dalam kesempatan sama, Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam menjalankan peran Jagabaya sebagai ujung tombak pengayoman warga.

"Jagabaya tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi memiliki peran vital menjaga ketentraman dan ketertiban.

Wajib punya integritas, keterampilan, dan komunikasi yang baik. Selesaikan persoalan warga dengan dialog dan pencegahan yang bijaksana," tegas Agung.

Para peserta digembleng intensif selama tiga hari menggunakan Alokasi Dana Keistimewaan DIY 2026.

Baca Juga: Atasi Kemiskinan di Kulon Progo, Mahasiswa UGM Kembangkan Komoditas Jagung jadi Sereal hingga Briket

Pelatihan ini melibat pengajar dari Balai Pemdes Kemendagri Yogyakarta, Sekolah Vokasi UGM, serta jajaran Pemda DIY dan Kulon Progo.

Untuk menjamin kualitas output, peserta diwajibkan mengikuti pretest, posttest, penilaian kedisiplinan, hingga menyusun rencana aksi konkret di wilayah masing-masing.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.