Jogja

Antisipasi Bencana, DPRD DIY Desak Pemda Segera Audit Lingkungan Hidup

Atiek Widyastuti | 29 Oktober 2026, 14:51 WIB
Antisipasi Bencana, DPRD DIY Desak Pemda Segera Audit Lingkungan Hidup
AI untuk mitigasi bencana berpotensi membantu Indonesia meningkatkan prediksi cuaca, kesiapsiagaan, dan ketahanan iklim. - Ilustrasi: Gemini Google

Akurat.co, Jogja - Menghadapi ancaman nyata bencana akibat anomali hidrometeorologi dan perubahan iklim, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama pemerintah kabupaten/kota untuk segera mengambil langkah taktis dan strategis.

Salah satu langkah krusial yaitu pemda DIY juga pemerintah kabupaten/kota melaksanakan audit lingkungan hidup secara menyeluruh guna melindungi keselamatan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mengatakan, audit lingkungan hidup penting dilakukan segera, hitung berapa jumlah lahan pertanian, resapan air, identifikasi pelanggaran tata ruang.

Audit ini diikuti dengan perbaikan kualitas lingkungan hidup, dengan ngerem peralihan fungsi lahan pertanian, dengan gerakan bersihkan daerah aliran sungai, bersihkan selokan dan juga dengan menanam. "Karena dengan mencintai lingkungan, kita yakin alam mencintai kita dan kita akan terhindar dari bencana", katanya, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG

Eko Suwanto menilai kondisi lingkungan hidup di DIY saat ini sudah menyalakan "alarm serius". Ia membeberkan sejumlah persoalan mendesak, mulai dari penyusutan lahan pertanian yang mencapai rata-rata 200 hektar per tahun hingga masih minimnya perspektif lingkungan dalam tata kelola Daerah Aliran Sungai (DAS).

Sebagai upaya mitigasi bencana yang efektif, Eko Suwanto menekankan pentingnya menekan laju alih fungsi lahan pertanian dan kawasan resapan air agar tidak beralih fungsi.

Komisi A DPRD DIY dorong pemda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali kesadaran ekologis menyongsong datangnya musim hujan, termasuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di sungai guna mencegah potensi banjir perkotaan, khususnya di sekitar Sungai Code, Sungai Winongo dan Sungai Gajahwong.

Pemda DIY dan kabupaten/kota juga diminta bertindak tegas dalam melakukan normalisasi kawasan serta menertibkan bangunan tanpa izin yang melanggar aturan tata ruang.

Baca Juga: DPRD DIY Soroti Minimnya Anggaran Mitigasi Bencana

"Audit lingkungan hidup harus segera dijalankan untuk menindak hotel atau bangunan yang menabrak sempadan sungai maupun sempadan pantai," tegasnya. 

Meski mendukung penuh pertumbuhan investasi di daerah, Eko Suwanto menegaskan, iklim investasi yang sehat tidak boleh mengorbankan keselamatan warga dan kelestarian lingkungan. Komisi A DPRD DIY juga mendorong optimalisasi instrumen fiskal daerah, seperti penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT), untuk memperkuat langkah-langkah preventif sebelum bencana benar-benar terjadi.

Sebagai solusi jangka panjang, Eko mengusulkan agar Pemda DIY bersiap mendeklarasikan tahun 2027 sebagai "Tahun Menanam". 

"Program bisa fokus penanaman mangrove di pesisir selatan serta penanaman pohon Gayam di kawasan DAS untuk menjaga kelestarian mata air, mencegah erosi, dan memperkuat mitigasi bencana secara gotong royong.," kata Eko Suwanto.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.