Jogja

Kisah Ibu Teluning, Penjual Cireng yang Putrinya Diterima Kuliah Gratis di UGM

Yudi Permana | 30 Juni 2025, 09:05 WIB
Kisah Ibu Teluning, Penjual Cireng yang Putrinya Diterima Kuliah Gratis di UGM

Akurat.co, Jogja-Teluning, 41 tahun, sudah lama hidup sendiri sejak kematian suaminya.

Berjualan cireng, Teluning pun berusaha menghidupi keluarga dengan penghasilan sekitar Rp900 ribu per bulan.

Teluning memiliki anak tunggal bernama Artita Lindu Rilawati, 19 tahun. Karena keterbatasan, Artita pun tinggal bersama nenek, kakek, dan tantenya.

Sejak kepergian suami pada 2020 silam, Teluning memilih berjualan cireng untuk menyambung hidup.

Meski tinggal di Tompeyan, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, namun Teluning memilih berjualan cireng di Purworejo di depan rumah peninggalan sang suami yang sudah jarang ditempati.

Hampir setiap hari, ia memilih pulang pergi dari Yogyakarta ke Purworejo.

Baca Juga: Dosen UMY Bikin Alat Roasting Kopi Praktis dan Murah Seharga Rp5 Juta, Solusi Pemilik UMKM Kafe

Karena harus berjuang mendapatkan rupiah dengan menempuh perjalanan Yogyakarta-Purwokerto membuatnya sering kehilangan waktu bersama Artita.

"Saya merasa kehilangan waktu bersama, karena harus pergi pagi pulang malam,” katanya.

Beruntung bagi Teluning, Artita Lindu Rilawati terbiasa mandiri. Apalagi Artita tinggal bersama dengan nenek, kakek dan tantenya.

"Saya ingat pesan suaminya dahulu agar bisa menjaga dan membesarkan Artita sepenuh hati,” kata Teluning mengenang almarhum suami.

Perjuangan Teluning sebagai orangtua tunggal mendapatkan anugerah luar biasa saat tahu anaknya Artita diterima sebagai mahasiswa prodi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Baca Juga: Kisah Rofidah, Anak Sopir Truk Jerami yang Lolos UGM dengan Beasiswa Full UKT

Selain diterima tanpa tes, Artita juga mendapat beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen atau UKT nol dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Artita maupun sang ibunda cukup terkejut dan bersyukur karena mendapatkan bantuan beasiswa subsidi UKT 100 persen dari UGM.

Artita mengucapkan syukur dan terima kasih diberi kesempatan untuk berkuliah secara gratis.

"Saya sangat bersyukur sekali, bisa meringankan beban ibu untuk membiayai saya kuliah nanti,” katanya dikutip dari ugm.ac.id

Artita mengaku sudah sejak di bangku SMA memiliki keinginan untuk berkuliah di ‘Kampus Biru’. Berbekal tekad kuat dan ketekunan dalam belajar sehingga langganan juara di kelas.

Bahkan ia lulus dari SMAN 2 Yogyakarta dengan nilai yang memuaskan. Salah satu mata pelajaran favoritnya adalah sejarah Indonesia.

Baca Juga: Sleman Punya 8 Warisan Budaya Tak Benda, dari Kuliner hingga Mitos Gunung Merapi

Menurutnya, ada keasyikan tersendiri dalam memahami pola perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia mulai dari zaman penjajahan hingga reformasi.

Namun Artita juga tidak luput untuk meningkatkan nilai mata pelajaran lainnya. Ia bahkan memiliki strategi belajar sendiri yang diterapkan sehari-hari.

"Biasanya latihan soal-soal pakai buku sama HP, setiap hari di ruang tamu ini,” ucapnya sembari menunjukan mejanya yang dipenuhi buku-buku latihan soal dan rumus.

Sebagai siswa berprestasi, Artita ternyata memiliki ketertarikan di bidang seni. Ia suka menggambar dan melukis di tengah-tengah suntuknya belajar.

Baca Juga: Jajanan Karangan Asli Bantul, Kudapan Jadul yang Sudah Mulai Langka

Tak hanya itu, Artita juga aktif menekuni kegiatan tari tradisional di sekolah. Ia kembali mengenang pengalamannya tampil di event sekolah membawakan tarian Harmoni Nusantara dan membawakan tarian kecak ketika menghadiri even di sekolah.

Ia menyampaikan pesan ke teman-teman seperjuangannya agar jangan pernah menyerah karena terhalang ekonomi.

Siapapun bisa mewujudkan cita-citanya apabila memiliki tekad dan doa yang kuat.

"Jangan ragu dan jangan takut, buat teman-teman karena apapun selama berusaha pasti ada jalannya,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.