Kisah Mahasiswa UGM yang Keluarganya Terdampak Bencana di Aceh, Berhari-hari Hanya Pasrah Tunggu Kabar

Akurat.co,Jogja-Eva Rosdiana, mahasiswa Fakultas Pertanian UGM asal Aceh Namiang menceritakan kisah bencana di wilayahnya.
Aceh Namiang adalah salah satu yang paling parah terdampak bencana.
Selama berhari-hari, Eva mengaku hanya dapat menunggu kabar keluarganya melalui orang yang kebetulan bisa keluar dari wilayahnya karena komunikasi terputus.
“Selama empat hari itu, orang tua tinggal di rumah warga yang dijadikan tempat pengungsian, tidak makan dan minum. Air bersih tidak ada, minum dari air banjir, sinyal hilang, dan bantuan juga tidak merata,” ungkapnya.
Baca Juga: UGM Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Aceh dan Sumatera
Selama ini, ungkap Eva, bantuan yang masuk ke daerah rumahnya sebagian besar berasal dari kendaraan yang kebetulan lewat, bukan dari posko resmi karena akses menuju kampung masih sulit.
Oleh sebab itu, bantuan yang datang tidak merata dan belum mencukupi kebutuhan warga.
“Karena itu, saya sangat berterima kasih kepada UGM yang hadir dan memberikan bantuan langsung. Kehadiran UGM benar-benar menjawab kebutuhan mendesak kami sebagai penyintas.
Semoga bantuan ini dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak. Terima kasih banyak,” ujar Eva, salah satu mahasiswa yang mendapatkan bantuan dari pihak kampus.
UGM menyalurkan bantuan kepada 162 mahasiswa yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera.
Saat memberikan bantuan, Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, turut menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada seluruh mahasiswa dan keluarga yang terdampak bencana.
Terpisah, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D, menuturkan pimpinan fakultas mengeluarkan kebijakan fleksibilitas pembayaran UKT untuk mahasiswanya yang terdampak.
Langkah ini diambil FEB UGM untuk memastikan mahasiswanya tetap dapat menjalani kegiatan akademik dengan lancar meski berada dalam situasi sulit yang menimpa keluarga mereka.
Baca Juga: Pakar UGM Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sumatera, Pembukaan Lahan Hutan Ikut Disorot
“Sampai saat ini tercatat 18 mahasiswa FEB UGM dari berbagai program studi sarjana dan pascasarjana terdampak bencana,” ujarnya.
Selain itu, FEB UGM juga mengeluarkan kebijakan lainnya berupa penyediaan fasilitas makan siang gratis bagi mahasiswa terdampak dari seluruh jenjang pendidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









