Didominasi Produk Impor, Mahasiswa UGM Kembangkan Inkubator Berbasis Internet untuk Hewan Peliharaan

Akurat.co,Jogja-Selama ini inbukator untuk hewan peliharaan atau kesayangan masih didominasi produk impor.
Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karya Inovatif (PKM-KI) berhasil mengembangkan alat Inkubator Cerdas Perawatan Intensif Hewan Kesayangan (Inkupets).
Ketua tim, Zidan Az Zulfa menjelaskan bahwa pengembangan alat inkubator hewan kesayangan dilatarbelakangi oleh pemenuhan inkubator yang masih didominasi dengan produk impor menyebabkan harganya menjadi lebih mahal dan sulit dijangkau.
“Alat Inkupets hadir sebagai inkubator cerdas berbasis Internet of Things (IoT) yang diintegrasikan dengan aplikasi mobile untuk meningkatkan efisiensi penggunaan,” ucapnya, dikutip dari laman resmi UGM.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Kehadiran Jokowi di Dies Natalis Fakultas Kehutanan UGM
Salah satu anggota tim dari program studi Kedokteran Hewan, Lukas Ivander menerangkan bahwa Inkupets dilengkapi dengan sistem monitoring pemeriksaan kesehatan yang mampu memantau kondisi hewan di dalam inkubator.
Selain itu, Inkupets memiliki fitur pendukung seperti nebulizer, pengaturan cahaya, sistem sirkulasi, dan desinfeksi yang memastikan hewan bisa nyaman dalam ruang inkubator.
Mahasiswa program studi Elektronika dan Instrumental sekaligus berperan sebagai mekanis tim, Vytis Rabbani menambahkan bahwa Inkupets dibuat menggunakan beberapa bahan penyusun utama dengan kualitas unggul.
“Bahan yang dipergunakan seperti aluminium sebagai kerangka, akrilik sebagai badannya, dan PETG sebagai komponen elektroniknya,” tambahnya.
Tren hewan peliharaan yang meningkat
Penemuan alat ini juga tak lepas dari tren atau gaya hidup masyarakat Indonesia terkait hobi memelihara hewan.
Berdasarkan data Lembaga Euromonitor International, terjadi peningkatan jumlah hewan kesayangan yang dipelihara masyarakat Indonesia dari tahun 2016-2022.
Populasi kucing dari 2,15 juta ekor menjadi 4,80 juta ekor dan anjing dari 459 ribu ekor menjadi 737 ribu ekor.
Baca Juga: Asyik Nih, Selama UTS Mahasiswa UGM Dapat Telur dan Sarapan Gratis
Peningkatan jumlah hewan kesayangan yang dipelihara dalam skala rumah tangga ini bersamaan dengan kesadaran masyarakat Indonesia yang semakin tinggi soal kesejahteraan hewan.
Salah sarunya diperlukan peralatan yang memadai dalam mendukung masa perawatan intensif setiap pasiennya, salah satu alatnya adalah inkubator.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Hyundai STARGAZER Cartenz Resmi Meluncur, Ini Fitur Unggulannya untuk Liburan di Jogja
- 2DPRD DIY Minta Menkeu Batalkan Pemangkasan Dana Transfer Daerah
- 3392 Maba UP45 dapat Pembekalan Bela Negara
- 4DPRD DIY Berharap Menteri Keuangan Baru Pertimbangkan Pemangkasan Anggaran Daerah
- 5Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 6Pemkot Jogja Tertibkan 4 Reklame Besar Ilegal
- 7Jelang Derby, Kelompok Suporter PSIM dan PSS Sepakat Menjaga Keamanan
- 82 Atlet Tembak Asal Gunungkidul Perkuat Kontingen Indonesia di Asian Games ke-20
- 9Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 105 Fakta Penting Dugaan Pungli di Alkid Jogja yang Diungkap Pemilik Bolosego, Keraton hingga Polisi Buka Suara









