Dari Yogyakarta Wapres Gibran Tegaskan Indonesia Sudah Bisa Swasembada Gula pada 2028

Akurat.co, Jogja-Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa Indonesia harus sudah bisa swasembada gula pada 2028.
Wapres mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung kepada para menteri agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan gula konsumsi secara mandiri mulai tahun depan.
“Dari Pak Presiden (Prabowo) sudah memberikan instruksi langsung ke Pak Menteri, tahun depan harus swasembada gula konsumsi.
Dan juga di 2027, paling lambat 2028 kita harus benar-benar swasembada gula,” tegasnya.
“Ini menjadi PR bersama. Kami mohon kerja samanya bapak-ibu semua,” imbuh wapres saat acara “Rembuk Tani Bersama Wapres Menuju Swasembada Gula Nasional” di Yogyakarta, Selasa (8/7/2025).
Turut hadir dalam kegiatan, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, anggota komisi V DPR RI Danang Wicaksana.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, serta Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf.
Untuk mewujudkan target tersebut, wapres menekankan pentingnya adopsi teknologi modern di sektor pertanian.
Salah satu upaya konkret adalah pemanfaatan mekanisasi berbasis digital, termasuk penggunaan drone untuk pemupukan dan penyemprotan tanaman.
“Jadi untuk peningkatan produksi tentu kita tidak bisa lepas dari yang namanya mekanisasi alat-alat modern.
Jadi nanti ada ini, ya, Pak Dirut (PT Pupuk Indonesia), ya, demo penggunaan drone, ini saya kira baik sekali,” tuturnya.
Lebih lanjut, wapres mengajak agar transformasi teknologi pertanian juga melibatkan generasi muda.
Baca Juga: Pembalap Muda Asal Sleman Cetak Sejarah di Lintasan Dunia
Ia menekankan perlunya peran aktif anak-anak muda dalam sistem pertanian modern yang berbasis teknologi.
“Saya juga titip ini pak menteri, untuk lebih banyak melibatkan anak-anak muda karena kita menggunakan mekanisasi alat-alat modern drone.
Ini saya mohon juga lebih banyak anak-anak muda yang dilibatkan,” pintanya.
Selain teknologi, wapres juga menyoroti pentingnya riset dan inovasi dalam pengembangan budidaya dan hilirisasi tebu.
Baca Juga: Telusuri Pelaku Aksi Pelemparan KA Sancara, Ini yang Dilakukan KAI Daops 6 Yogyakarta
Ia mendorong agar potensi akademis di DIY dapat dimanfaatkan dalam pengembangan varietas unggul dan produk turunan tebu seperti etanol.
“Lalu, karena di Jogja ini banyak akademisi orang-orang pintar tentunya, banyak libatkan mereka untuk R&D (penelitian dan pengembangan) untuk bibit dan juga untuk nanti ke depan masalah hilirisasi tebu yang nanti kaitannya dengan etanol,” imbaunya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Hyundai STARGAZER Cartenz Resmi Meluncur, Ini Fitur Unggulannya untuk Liburan di Jogja
- 2DPRD DIY Minta Menkeu Batalkan Pemangkasan Dana Transfer Daerah
- 3392 Maba UP45 dapat Pembekalan Bela Negara
- 4DPRD DIY Berharap Menteri Keuangan Baru Pertimbangkan Pemangkasan Anggaran Daerah
- 5Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 6Pemkot Jogja Tertibkan 4 Reklame Besar Ilegal
- 7Jelang Derby, Kelompok Suporter PSIM dan PSS Sepakat Menjaga Keamanan
- 82 Atlet Tembak Asal Gunungkidul Perkuat Kontingen Indonesia di Asian Games ke-20
- 9Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 105 Fakta Penting Dugaan Pungli di Alkid Jogja yang Diungkap Pemilik Bolosego, Keraton hingga Polisi Buka Suara






