Jogja

Pakar UGM: Jumlah Masyarakat Rentan Miskin RI Sangat Besar

Haris Ma'ani | 17 Februari 2026, 09:05 WIB
Pakar UGM: Jumlah Masyarakat Rentan Miskin RI Sangat Besar

Akurat.co,Jogja-Pakar UGM, Wisnu Setiadi Nugroho, Ph.D mengungkap, kelompok masyarakat rentang kemiskinan di Indonesia sangat besar.

Ia menandaskan, Indonesia memiliki kelompok masyarakat rentan yang sangat besar dimana secara ekonomi hidup sangat dekat dengan garis kemiskinan.

Berdasarkan berbagai data BPS (Susenas), garis kemiskinan nasional saat ini dinaikkan menjadi sekitar 1,5 kali, maka proporsi penduduk yang tergolong miskin dan rentan dapat melampaui 50 persen populasi.

Baca Juga: Pemkab Gunungkidul Pasang Stiker Keluarga Miskin Penerima Bansos, Bupati Ungkap Alasan

Artinya, lebih dari separuh penduduk Indonesia tidak miskin secara statistik, tetapi sangat mudah jatuh miskin akibat kenaikan harga pangan dan energi, guncangan kesehatan, kehilangan pekerjaan atau penurunan jam kerja yang menjadikan kelompok ini jatuh pada ke kemiskinan dalam waktu cepat.

“Dalam dikursus ekonomika kesejahteraan, kelompok ini sering disebut sebagai near-poor atau economically vulnerable, dan jumlahnya jauh lebih besar dibanding angka kemiskinan resmi,” ucapnya dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (17/2/2026).

Wisnu menuturkan ada banyak pendekatan untuk menentukan apakah suatu negara tersebut tergolong kaya atau miskin.

Saat ini, katanya, garis kemiskinan nasional Indonesia masih berbasis pada pendekatan basic needs minimum, terutama pada kebutuhan kalori minimum dan kebutuhan non-pangan dasar seperti perumahan, sandang, pendidikan dasar.

Kendati begitu, banyak peneliti berpendapat garis ini belum sepenuhnya mencerminkan standar hidup layak saat ini sebab belum memasukkan secara memadai kebutuhan yang ada.

Misalnya, ongkos transportasi yang layak, biaya akses internet dan komunikasi, biaya perumahan yang aman dan tidak padat, dan juga perlindungan terhadap risiko seperti tabungan dan jaminan sosial.

Baca Juga: Bantul jadi Wilayah dengan Penduduk Miskin Terbanyak di DIY

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini menyebut, secara faktual Indonesia memang diklasifikasikan sebagai negara upper-middle income country, dan tingkat kemiskinan ekstrem Indonesia jauh lebih rendah dibanding negara-negara berpendapatan rendah di Afrika Sub-Sahara.

“Indonesia jelas bukan termasuk negara termiskin di dunia, apalagi peringkat kedua. Namun isu kerentanan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia.

Terlebih, saat ini Indonesia mengalami krisis kelas menengah sehingga lebih sedikit orang yang naik ke kelas di atasnya dan lebih banyak yang turun ke kelas bawahnya,” terangnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H