Inflasi Kota Jogja Capai 5,19 Persen, Cabai Rawit dan Perhiasan jadi Pemicu

Akurat.co,Jogja-Inflasi di Kota Jogja mencapai angka 5,19 persen pada Februari 2026.
Komoditas pangan seperti cabai rawit menjadi penyumbangnya. Selain itu, perhiasan emas juga menjadi penyumbang lainnya.
Kepala Badan Pusat Statistik Kota Yogyakarta, Joko Prayitno, menyampaikan inflasi terjadi akibat kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.
Baca Juga: Harga Daging Ayam di Sleman Tembus Rp41.000 per Kilogram
Menurut Joko, kenaikan harga komoditas seperti cabai rawit umumnya dipengaruhi dua faktor utama, yakni peningkatan permintaan atau keterbatasan pasokan.
“Kalau kenaikan harga itu ada dua hal. Yang pertama karena meningkatnya permintaan di pasar, maupun karena suplai yang kurang. Di bulan Ramadan ini kemungkinan dari sisi permintaannya yang meningkat,” terangnya dikutip dari laman resmi pemkot Jogja, Selasa (3/3/2026).
Selain komoditas pangan, emas perhiasan juga menjadi penyumbang signifikan inflasi Februari.
Secara month to month, emas memberikan andil 0,28 persen, sedangkan secara year on year kontribusinya mencapai 1,58 persen.
Baca Juga: Kendalikan Inflasi, Pemkot Jogja Luncurkan 5 Wamira April Mendatang
“Emas itu bukan sekadar dari pola konsumsi masyarakat, tapi juga pengaruh global. Kalau harga emas dunia naik, tentu akan berpengaruh juga,” katanya.
Kebutuhan pangan aman
Meski terjadi inflasi, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo belum lama ini menyatakan pasokan pangan akan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga idulfitri.
Pemkot juga berkomitmen untuk menjaga pasokan dan harga pangan agar tetap stabil dan terjangkau.
"Jangan sampai cukup tapi harganya naik. Cukup tapi mahal berarti tidak bisa diakses masyarakat. Maka fokus kita adalah mengendalikan harga,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 2Hujan Guyur Jogja, GP Ansor Bantul Tetap Salurkan Bantuan Air Bersih
- 3DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
- 470 Ribu Warga DIY Mengangur, DPRD Dorong Anggaran Pro-Rakyat
- 5Apa Itu Beras Fortifikasi? Dosen UMY Jelaskan Pengertian dan Dampaknya jika Tak Sesuai Kandungan
- 6Daftar Klasemen Terbaru Moto3 2026, Setelah Pole Position di Australia Posisi Veda Naik?
- 75 Fakta Terbaru Veda Ega Pratama di Moto3, Pole Position di Australia, Next Sepang?
- 8Prediksi BRI Super League: Isenmulang vs PSIM jadi Laga Pemecah Telur bagi Tamu?
- 9Ridho Kresna Wattimena Resmi Dilantik Jadi Rektor UPN Yogyakarta
- 10DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG









