Jogja

Buka Peluang Kerja Luar Negeri, Siswa SKB Yogyakarta Ikuti Uji Kompetensi Barista

Atiek Widyastuti | 27 Oktober 2026, 17:35 WIB
Buka Peluang Kerja Luar Negeri, Siswa SKB Yogyakarta Ikuti Uji Kompetensi Barista
Peserta pelatihan barista. - Istimewa

Akurat.co, Jogja - Peserta didik dari Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Yogyakarta mengikuti keterampilan barista di LPK Duta Persada.

Pelatihan berlangsung sejak 18 Agustus hingga 26 Oktober 2026 lalu. Rangkaian pelatihan tersebut ditutup dengan uji kompetensi, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kesiapan siswa memasuki dunia kerja sekaligus mendorong kemandirian melalui kewirausahaan.

Kepala UPT SPNF SKB Kota Yogyakarta, Sudijarto mengatakan, pelatihan barista menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi siswa agar lebih siap memasuki dunia kerja.

Baca Juga: ​Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang

Menurutnya, keterampilan tersebut memiliki prospek menjanjikan seiring berkembangnya industri kuliner dan pariwisata.

“Kita berharap ini tidak menjadi yang pertama dan terakhir, tapi menjadi program yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini kebutuhan tenaga barista terbuka di berbagai sektor. Mulai dari kafe, restoran hingga hotel. Selain bekerja di dalam negeri, lulusan SKB juga memiliki peluang untuk berkarier di luar negeri.

Untuk itu, Sudijarto mendorong para peserta agar tidak hanya berorientasi menjadi pekerja. Tetapi juga berani mengembangkan usaha sendiri setelah memiliki keterampilan dan pengalaman yang cukup.

Baca Juga: Pemkot Jogja Waspadai Lonjakan Kasus DBD

Ia menambahkan, peserta juga direncanakan mengikuti program magang untuk memperkuat pengalaman dan memberikan bekal praktik secara langsung di dunia kerja.

Keberlanjutan program ini diharapkan dapat memperluas kesempatan siswa dalam mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Sementara itu, Pimpinan LPK Duta Persada, Bambang Hario Prabowo, berpesan agar peserta memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh sebagai modal untuk mengembangkan diri dan meraih peluang kerja.

"Kami mendorong peserta mengikuti uji kompetensi dengan percaya diri serta menunjukkan kemampuan terbaik setelah menjalani rangkaian pelatihan," ungkapnya.

Baca Juga: Genap Berusia 270 Tahun, Ini Catatan Merah yang Bikin Pemkot Jogja Harus Kerja Keras

Salah satu peserta, Tinton Oky Nur Azis (25), mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena ingin mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Saat ini, ia merupakan siswa program Paket C kelas XII di SKB Kota Yogyakarta.

“Saya berpikir untuk menjamin karier masa depan, penting untuk mengikuti pelatihan, salah satunya pelatihan barista ini,” tuturnya.

Menurut Tinton, antusiasme siswa untuk mengikuti pelatihan cukup tinggi. Namun, keterbatasan kuota membuat peserta harus melalui proses seleksi, termasuk mempertimbangkan keseriusan dan kesiapan mereka mengikuti pelatihan.

Melalui kolaborasi antara SPNF SKB Kota Yogyakarta dan LPK Duta Persada, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat keterampilan vokasional siswa pendidikan nonformal sekaligus memperluas akses mereka terhadap dunia kerja dan kewirausahaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.