Pemkab Sleman Dukung Konservasi Anggrek Endemik Merapi

Akurat.co, Jogja - Sejumlah upaya konservasi Anggrek endemik Merapi terus dilakukan. Mengingat saat ini keberadaannya mulai langka.
Salah satunya melalui festival Anggrek Vanda Tricolor yang telah masuk tahun kedelapan.
"Kita mencoba melestarikan keberadaan Anggrek endemik Merapi ini sejak 2015 lalu, sebagai upaya konservasi," kata Sri Suprih Lestari atau Titi Lestari selaku founder dan inisiator festival.
Festival Anggrek Vanda Tricolor digelar di Pendopo Royal Ambarrukmo, Selasa-Minggu (18-23/11/2025).
Baca Juga: Dosen dan Tendik UPN “Veteran” Yogyakarta Jalani Diklat Bela Negara di AAU
Menurut Titi, tujuan awal digelar festival ini untuk melestarikan anggrek asli merapi vanda tricolor.
"Untuk itu kami membutuhkan dukungan dan sinergi dalam upaya konservasi ini demi keberlangsungan anggrek vanda tricolor,” jelasnya.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi langkah Titi Lestari atas upaya konservasi anggrek endemik merapi yang keberadaannya sudah mulai langka di kawasan hutan lereng merapi.
“Saya mengapresiasi dan mendukung acara ini sebagai salah satu upaya melestarikan dan mengenalkan anggrek endemik khas merapi yang telah menjadi kebanggaan dan identitas Kabupaten Sleman dan DIY,” kata Harda.
Untuk itu ia berharap Festival Anggrek Vanda Tricolor tidak hanya berhenti di tahun ke-8. Namun juga dapat terus berlanjut pelaksanaannya dari tahun ke tahun serta meningkat.
Baca Juga: Merasa Ketidakadilan, Pekerja Trans Jogja Sampaikan Keluhan ke DPRD DIY
Mengusung tema “Pesona Anggrek Warisan Hutan Merapi”, selain pameran juga dilaksanakan kontes anggrek dengan beberapa kategori yang diikuti 144 tanaman anggrek peserta kontes baik dari DIY maupun berbagai kota lain di Indonesia.
Menurut Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Anggrek Vanda Tricolor ini merupakan warisan ekologi serta simbol keragaman alam dan identitas floral DIY.
Anggrek adalah bagian dari cerita besar konservasi bukan hanya sekedar tanaman. “Merawat anggrek tidak hanya sekedar kegiatan hortikultura tapi menjadi bagian dari laku budaya yang memadukan estetika, kebijaksanaan dan kesadaran ekologis,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dispar Bantul Gelar Pameran Layang-Layang 'Akasa Cangkring' di Pantai Cangkring
- 2Lewat Program Masdaku, Diskop UKM Sleman Dorong 111 Ribu UMKM Go Digital
- 3Satu Tahun Wajah Baru Pasar Godean: Ada Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis!
- 4KPU dan Bawaslu Sleman Sinkronisasi Data Pemilih Triwulan III 2026
- 5UAJY Gelar International Cross Cultural Day 2026 di Yogyakarta, Pertemukan Budaya Berbagai Negara
- 6Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 7Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 Resmi Bergulir, Diikuti 8 Tim
- 8Kontingen Bantul Raih Juara Umum PORPRISA DIY 2026
- 9Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar
- 10UGM Kembangkan Gula Semut Kulon Progo jadi Produk Ekspor








