Jogja

Mempertemukan Sejarah dan Masa Depan di Griya Batik Jogja

M. Mubin Wibawa | 2 Februari 2026, 10:05 WIB
Mempertemukan Sejarah dan Masa Depan di Griya Batik Jogja

Akurat.co,Jogja-Di balik dinding bangunan tua di Jalan Patehan Lor 34, Patehan, Kemantren Kraton, Kota Jogja, cerita tentang sejarah dan masa depan coba dipertemukan.

Griya Batik Jogja mencoba menghidupkan nadi sejarah dan masa depan tersebut. Tempat ini menghubungkan tradisi batik warisan leluhur dengan semangat inovasi generasi masa kini.

Hidupnya kembali Griya Batik Jogja tak lepas dari upaya revitalisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY.

Baca Juga: Mengagumi Batik Tulis Klasik di Desa Wisata Wukirsari

Sepanjang Februari hingga Desember 2024 Griya Batik dikembalikan fungsinya sebagai ruang yang aman, sehat, nyaman, serta selaras dengan lingkungan sekitarnya, sekaligus menjadi pusat aktivitas batik yang inklusif.

Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati, menegaskan status Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia mendorong kolaborasi yang semakin erat antara Pemda DIY, Dekranasda DIY, komunitas, serta para pengrajin batik.

Griya Batik diharapkan menjadi simbol diplomasi budaya, yang tidak hanya merepresentasikan kekuatan batik Jogja di mata dunia, tetapi juga menggerakkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Ke depan, Griya Batik Jogja Kota Batik Dunia diproyeksikan menjadi pusat edukasi batik bagi masyarakat luas, terutama generasi muda.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Batik Segoro Amarto ASN Pemkot Jogja, Libatkan Ratusan Perajin Kecil, Bakal Dipakai 65.000 Pelajar

Berbagai koleksi batik dari Keraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman akan ditampilkan, disertai ruang belajar yang membumikan nilai-nilai filosofis batik Jogja.

Dari canting ke generasi, dari tradisi ke inovasi, Griya Batik hadir sebagai jembatan yang merawat warisan sekaligus menatap masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.